Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 27 Mei 2018

Geometris Jalan Tanjakan Emen Perlu Diperbaiki

Newswire Senin, 12/02/2018 11:35 WIB
Geometris Jalan Tanjakan Emen Perlu Diperbaiki
Petugas sedang mengukur Tanjakan Emen saat memeriksa lokasi terjadinya kecelakaan di sana yang mengakibatkan meninggalnya 20-an penumpang sebuah bus.
Antara

Bisnis.com, SUBANG - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan geometris jalan Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Jawa Barat perlu diperbaiki terutama di titik akhir turunan karena rawan terjadi kecelakaan.

"Jadi kecelakaan bukan hanya kelalaian pengemudi, tapi didukung oleh geografis dan geometris jalan juga yang perlu diperbaiki," ujar Royke saat meninjau lokasi kecelakaan bus pariwisata Premium Passion, di Desa Cicenang, Subang, Minggu (11/2/2018).

Royke menjelaskan, berdasarkan pemantauan serta analisis di lapangan, geometris jalan turunan Emen memang membahayakan pengendara.

Geometris turunan menikung di Emen yang seharusnya miring ke kanan malah bertolak belakang atau miring ke arah berlawanan. Hal ini, kata dia, membuat para pengemudi harus lebih hati-hati mengontrol laju kendaraannya.

"Ketika menikung ke kanan seharusnya jalan memiring ke kanan tapi dari atas ketika ke kanan masih ada beberapa meter sedikit ke kiri atau datar ini turut mempengaruhi," kata dia.

Untuk itu, ia mengimbau para pengemudi yang belum mengetahui karakter jalan terutama di Tanjakan Emen agar berhati-hati dan mengecek terlebih dahulu kondisi kelaikan kendaraan.

"Kendaraan yang melewati jalur ini memang harus benar-benar safety kendaraannya. Dari pihak kepolisian terus lakukan imbauan kesadaran displin berlalu lintas," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Subdirekrorat Kecelakaan Polri Kombes Pol Joko Rudi mengatakan, pada tahun 2014 saat ia menjabat sebagai Ditlantas Polda Jabar pernah merekomendasikan adanya pelebaran serta perbaikan jalur di tanjakan Emen.

Namun hingga saat ini, rekomendasi tersebut masih dalam tahap pengkajian Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pasalnya jalur tersebut merupakan jalan provinsi.

"Rekomendasi kami sampai saat ini masih dikaji terus antara lain, adanya pelebaran badan jalan di lokasi ini, adanya penambahan pelebaran badan jalan ini, dan adanya upaya pengamanan jalan," katanya.

Pada Sabtu (10/2), kecelakaan terjadi di jalur ini sehingga menyebabkan 20-an penumpang bus pengangkut rombongan wisata dari Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten tewas.

Apps Bisnis.com available on: