Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 27 Mei 2018

INVESTASI JABAR

Asing Melambat, Lokal Menggeliat

Kahfi Senin, 12/02/2018 16:27 WIB
Asing Melambat, Lokal Menggeliat
ilustrasi
bandung.bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG-Realisasi investasi di wilayah Jawa Barat pada tahun lalu mencerminkan tren kelesuan investasi asing langsung, sekaligus menampakkan geliat modal lokal yang dibenamkan para pelaku usaha. Faktor pemerataan infrastruktur membuat aliran dana asing leluasa bergeser ke provinsi lain.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal asing (PMA) di Jabar mencapai US$5,14 miliar, turun 5,99% dibandingkan US$5,47 miliar pada 2016. Meski masih menempati posisi teratas tujuan investasi asing, realiasi PMA di Jabar telah mengalami pelambatan sejak tiga tahun belakangan.

Pada tahun lalu, realisasi PMA pun turun 4,67% dari US$5,73 miliar sepanjang 2015. Alhasil, serapan investasi Jabar terhadap total realisasi PMA nasional semakin terkikis, hanya tersisa 15,95% dibandingkan 19,6% pada 2015.

Berlainan dengan tren pertumbuhan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang tumbuh signifikan sepanjang periode yang sama. Selama 2017, total PMDN di Jabar mencapai Rp38,39 triliun. Jumlah itu tumbuh 26,45% dibandingkan Rp20,36 triliun sepanjang 2016.

Terdapat beberapa faktor yang membuat aliran PMA tidak sederas beberapa periode lalu. Salah satu faktor yaitu meratanya pembangunan infrastruktur, terutama yang menyasar sektor transportasi, baik jalan darat maupun pelabuhan.

Selama ini, Jabar merupakan opsi terbaik bagi investor asing membangun basis produksi dikarenakan berdekatan dengan Ibukota. Selain itu, tentunya mempunyai akses terdekat kepada pelabuhan ekspor impor, Tanjung Priok.

Namun belakangan, pembangunan infrastruktur jalan tol maupun penguatan transportasi barang berbasis rel meningkatkan efisiensi pabrik di wilayah seperti Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur. Kompetisi di antara provinsi guna menjaring aliran dana asing lebih sengit untuk saat ini.

Ekonom Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jabar Acuviarta Kartabi mengungkapkan dengan pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah utara Pulau Jawa, membuat investor dengan mudah mengalihkan dana ke daerah lain. “Investor mulai melirik wilayah lain, apalagi kawasan seperti Kendal , serta Banyuwangi yang kini pembangunannya massif,” katanya kepada Bisnis

Apps Bisnis.com available on: