Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 18 Februari 2018

Pengalihan Arus Lalu Lintas, Ongkos Logistik Diperkirakan Naik 15%

Wisnu Wage Kamis, 08/02/2018 09:40 WIB
Pengalihan Arus Lalu Lintas, Ongkos Logistik Diperkirakan Naik 15%
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com,BANDUNG—Ongkos logistik dikhawatirkan mengalami kenaikan dengan penutupan jalur puncak dan terhentinya layanan kereta api Bogor-Sukabumi serta pengalihan arus Tol Jakarta-Cikampek.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jabar M Nuh mengatakan kerugian besar menghantui para pengusaha angkutan barang dengan adanya perubahan arus di wilayah selatan dan utara tersebut. 

“Kerugian jelas bagi para pengusaha, ada kerugian waktu karena jarak tempuh makin panjang pengaruhnya pada ongkos angkut,” katanya pada bisnis, Rabu (7/2/2018).

Penutupan jalur puncak selama 10 hari dia nilai akan membuat laju pasokan ke DKI dan sebaliknya akan makin lama mengingat para supir angkutan harus memutar jauh ke arah Ciawi dan Jonggol. Kesulitan juga bertambah karena destinasi barang rata-rata sudah tercantum di kontrak yang dipegang sebelumnya. “Pengaruhnya sangat signifikan, utilisasi dari truk butuh waktu cukup lama,” ujarnya.

Dampak paling signifikan paling dirasakan anggotanya adalah pengalihan rute akibat pembangunan di Tol Jakarta-Cikampek. Menurutnya satu minggu setelah keputusan itu diberlakukan kerugian pengusaha akibat kebijakan ini belum muncul. 

“Kalau satu atau dua minggu tidak ada pengaruh karena sudah terikat kontrak, tapi kalau kebijakan ini panjang, maka ongkos bisa mengalami penyesuaian dan pasti naik,” tuturnya.

Nuh memperkirakan kenaikan ongkos logistik bisa mencapai di atas 15% akibat berubahnya alur pengiriman di tol Jakarta-Cikampek. Pemerintah menurutnya juga tidak melakukan sosialisasi yang cukup dan menyediakan jalur alternatif yang tepat. 

“Harusnya diberdayakan akses ke kawasan , kalau evakuasi harusnya dipikirkan upaya jangka panjang supaya tak berlarut-larut,” katanya.

Dia mencontohkan akibat kurangnya sosialisasi truk barang masih memadati ruas tol, sementara jalur alternatif Cikarang-Jonggol menurutnya terlalu jauh dan membuat ongkos bertambah. 

Sementara pengusaha angkutan menghitung tarif berdasarkan jalur Jakarta-Cikampek. “Terlalu jauh tidak efektif karena kita menghitung jarak tempuh via tol,” ujarnya.

Apps Bisnis.com available on: