Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 22 September 2018

CISFED: Pesta Demokrasi Harus Ubah Nasib Rakyat

Kahfi Selasa, 06/02/2018 13:10 WIB
CISFED: Pesta Demokrasi Harus Ubah Nasib Rakyat
ilustrasi
bisnis/jabar

Bisnis.com, BANDUNG- Tahun 2018 adalah tahun politik. Suhu politik di dalam negeri akan meningkat seiring dengan hajatan pilkada serentak 2018, yang diikuti 171 daerah terdiri dari 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Pilkada serentak ini menjadi ajang pemanasan menuju pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar serentak pada 17 April 2019. Farouk Abdullah Alwyni, Chairman, Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development (CISFED) mengatakan,demokrasi yang berjalan saat ini masih melahirkan elite-elite politik yang belum berdampak fundamental untuk pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara.

Menurutnya, dalam pilkada, pileg dan pilpres, para elite politik bekerja keras dengan segala kemampuannya untuk meraih simpati dan dukungan dari pemilih sebanyak banyaknya. Lazimnya penyelenggaraan pemilu, janji-janji manis dan program-program simpatik menjadi jurus jitu para elite politik untuk menjaring dukungan suara.

Seharusnya, kata Farouk, dari proses seleksi ini semestinya melahirkan kepemimpinan politik yang berpihak pada kepentingan masyarakat banyak dan birokrasi yang melayani publik.  Akan tetapi, lanjutnya, banyak kontestan masih berkutat dengan kepentingan pribadi yang sekadar mengumpulkan harta maupun membangun pesona pencitraan.

"Kami mengharapkan terbentuknya demokrasi yang subtantif bukandemokrasi semu. Demokrasi yang baik itu harusnya mengubah birokrasi menjadi instrumen pelayanan masyarakat," katanya seperti dikutip rilis resmi, Selasa  (3/2/2018).

Akibat sistem demokrasi yang tidak menyentuh persoalan mendasar, disparitas semakin tajam. Merujuk data Bank Dunia, 10% penduduk menguasai sekitar 77% kekayaan negara. Bahkan lebih buruk lagi, 1% orang terkaya memegang setengah dari seluruh kekayaan negara.

Farouk melihat pentingnya membangun kesadaran politik yang berdampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat.”CISFED mendorong kesadaran politik terkait penumbuhan keberanian masyarakat untuk menuntut perbaikan layanan publik di berbagai aspek mulai dari birokrasi hingga transportasi publik,isu perlindungan konsumen, kebersihan lingkungan, sampai dengan perbaikan layanan institusi penegakan hukum dan peradilan.”