Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 21 Februari 2018

Sistem Pengolahan Terstandar, SPV Bantah Tudingan Buang Limbah Ke Citarum

Kahfi Senin, 05/02/2018 12:25 WIB
Sistem Pengolahan Terstandar, SPV Bantah Tudingan Buang Limbah ke Citarum
Sungai Citarum
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- PT South Pacific Viscose yang merupakan produsen bahan tekstil asal Austria dan mempunyai basis produksi di Purwakarta, Jawa Barat, membantah tuduhan pencemaran sungai Citarum.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menuding PT South Pacific Viscose (SPV) melakukan pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan membuang limbah hasil produksi. Dia merujuk temuan dinas setempat yang mengklaim SPV masuk dalam daftar perusahaan pencemar DAS Citarum.

Sebaliknya, manajemen SPV membantah tudingan tersebut. Menurut Head of Corporate Affair SPV Widi Nugroho Sahib, tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Semua mekanisme di pabrik kami telah mendapatkan audit dari pemerintah maupun pihak eksternal, dan sudah terstandar,” katanya kepada Bisnis, Senin (5/2/2018).

SPV menjalankan sistem audit lingkungan oleh lembaga eksternal. Bahkan, audit yang dilakukan laboratorium akreditasi eksternal (KAN) itu dilaporkan rutin kepada pemerintah maupun pihak pusat dari SPV di Austria.

Tak hanya itu, SPV juga melengkapi pabrik dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mutakhir dan berstandar tinggi. Dengan keberadaan IPAL itu, air limbah diolah kembali sebelum dibuang ke sungai Citarum.

Tudingan lain yaitu bahwa SPV pernah mendapat sanksi dari dinas lingkungan maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutangan (KLHK) terkait proses pengolahan limbah, dianggap tidak tepat. “Sebab kami tak pernah mendapatkan sanksi tersebut, jika ada yang menuding kami pernah mendapat sanksi, silahkan tunjukan buktinya,” kata Widi.

Widi juga menjelaskan pihak SPV pun selalu terbuka bagi pihak yang ingin mengaudit. “Kami selalu membuka pintu bagi siapapun, bahkan dari Pihak Kepolisian pun yang melakukan sidak kami persilahkan,” jelasnya.

Terakhir, Widi menyampaikan SPV tak pernah mengancam akan hengkang dari Indonesia, sekaligus meberikan kepastian bahwa investasi asal Austria tersebut tetap bertahan. Saat ini, SPV mempekerjakan sebanyak 1.750 orang, dari jumlah itu 1.300 orang merupakan orang lokal, mayoritas berasal dari Purwakarta.

Apps Bisnis.com available on: