Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 19 Februari 2018

Dedi Mulyadi Tak Gentar Jika Perusahaan Pencemar Citarum Tarik Investasi

Wisnu Wage Rabu, 31/01/2018 13:43 WIB
Dedi Mulyadi Tak Gentar Jika Perusahaan Pencemar Citarum Tarik Investasi
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, PURWAKARTA--Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memastikan tudingan pihaknya bahwa PT South Pasific V mencemari Sungai Citarum berdasarkan fakta di lapangan.

Menurutnya Dinas Lingkungan Hidup Purwakarta memiliki bukti kuat akan hal itu. “Indikasi mereka membuang limbah cair ke Citarum itu ada,” katanya kepada Bisnis, Rabu (31/1/2018).

Purwakarta menurutnya sudah bersikap dengan memberikan sanksi administratif pada perusahaan pencemar Citarum tersebut. Tindakan ini diambil sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang ditemukan Dinas Lingkungan Hidup.

“Sikap Pemkab sudah jelas kami ambil tindakan sesuai tingkat pelanggaran,” paparnya.

Menurutnya jika perusahaan asal Austria tersebut membantah telah melakukan pencemaran, pihaknya menantang agar SPV bersikap terbuka. Dia mengaku selama ini pendampingan dan pemeriksaan pihaknya terkait kepatuhan perusahaan dalam mengelola limbah begitu dipersulit.

“Akses untuk masuk ke industri itu bukan barang mudah,” tuturnya.

Dedi mengaku meski Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan pembinaan dan pengawasan, pihaknya tidak diberikan data yang terbuka oleh pihak perusahaan. Bahkan menurutnya kadang-kadang site plant yang dirancang perusahaan, bisa jadi berubah dari desain awal.

“Kan kita tidak tahu jika limbah itu misalnya mereka simpan di bawah meja, kita tidak memahami kenapa mereka membuangnya di bawah meja, itu yang kita tidak tahu,” katanya.

Bupati dua periode ini menilai pihaknya tidak akan bergeming meski tindakan tegas di lapangan dinilai tidak ramah investasi. Bahkan jika pihak pengusaha asing tersebut mengancam akan menarik investasi menurutnya langkah Purwakarta sudah tepat.

“Ancaman penarikan investasi itu harus memiliki dasar, lalu kedua risiko yang ditimbulkan. Kita tidak memiliki rasa kekhawatiran apapun dengan ancaman penarikan investasi jika pencemaran yang terjadi jauh lebih tinggi dibanding nilai uang yang didapat,” ujarnya.

Pabrik SPV sendiri diperkirakan hanya mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 1.000 orang dimana mayoritas pekerjaan dilakukan mesin. “Ini pabrik besar yang semuanya mesin, jadi tenaga kerjanya tidak seperti garmen,” pungkasnya.

 

Apps Bisnis.com available on: