Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Harga Beras Premium Di Cirebon Turun, Beras Medium Malah Naik

Maman Abdurahman Rabu, 17/01/2018 16:05 WIB
Harga Beras Premium di Cirebon Turun, Beras Medium Malah Naik
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, CIREBON—Harga beras kualitas premium jenis ramos dan IR Kw 1 di Kabupaten Cirebon Jawa Barat pada Rabu 17 Januari 2018 mengalami penurunan jika dibanding hari sebelumnya.

Harga rata-rata beras premium jenis ramos di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Cirebon saat ini Rp12.250/kg atau turun sekitar 2% dari harga kemarin, sedangkan untuk beras premium jenis IR Kw 1 Rp12.000/kg atau turun sebesar 3% dari hari sebelumnya.

Kemarin, harga rata-rata beras premium jenis ramos di 5 pasar tradisional Kabupaten Cirebon sempat menembus Rp13.000/kg yang sebelumnya terus mengalami kenaikan harga.

Adapun untuk harga beras premium yang harganya tetap dan cendrung naik adalah beras premium jenis C4 harganya tetap Rp12.500/kg, sedangkan untuk beras premium jenis cianjur harganya Rp13.750 atau naik 5%, dan beras premium jenis cisadane harganya Rp13.000/kg atau naik sebesar 3%.

Meski harga rata-rata beras premium mengalami penurunan, kenaikan harga justru terjadi untuk beras kualitas medium jenis dolog [beras Bulog) yang saat ini Rp10.000/kg, padahal beberapa hari sebelumnya beras jenis ini hanya Rp9.000/kg.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar mengungkapkan harga gabah di tingkat petani saat ini Rp7.000/kg atau lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Jika harga gabah di tingkat petani Rp7.000/kg, seharusnya harga beras di pasaran Rp11.000/kg,” katanya ketika diminta komentarnya terkait kenaikan harga beras.

Tasrip menambahkan petani memang menyambut gembira tingginya harga gabah, akan tetapi jika dilihat dari perbandingan harga gabah dan beras maka terlihat yang paling besar mengambil keuntungannya adalah pedagang.

“Pemerintah harus bisa meluruskan jalur distribusi dan tata niaga beras, karena yang banyak ambil untung adalah pedagang bukan petani,” tambahnya. (k3)