Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 15 November 2018

Sebentar Lagi, Geopark Ciletuh Palabuhanratu Sah Jadi Taman Bumi Dunia

Kahfi Selasa, 16/01/2018 11:19 WIB
Sebentar Lagi, Geopark Ciletuh Palabuhanratu Sah Jadi Taman Bumi Dunia

Bisnis.com, BANDUNG--Geopark Ciletuh Palabuhanratu dinilai memenuhi kriteria sebagai Taman Bumi Dunia (Global Geopark).Penetapan akan dilakukan dalam sidang Executive Board pada tanggal 4-17 April 2018.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari pihak-pihak yang terlibat aktif dari sejak awal pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu seperti Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah  Kabupaten Sukabumi, Bio Farma, Universitas Padjadjaran, Masyarakat dan Komunitas Lokal di kawasan Geopark.

Terkait penetapan tersebut, pada 3 Januari 2018, Bio Farma telah menerima apresiasi dalam bentuk surat resmi dari Global Geopark Network (GGN) yang ditanda tangani oleh Guy Martini selaku Sekjen GGN yang berkantor pusat di Paris.

Guy sendiri menyampaikan apresiasi kepada Bio Farma atas dukungannya pada UNESCO Global Geopark Project di Indonesia yang merupakan perwujudan dari ide kerjasama sektor swasta dengan masyarakat sekitar, melalui pemberdayaan dan pengembangan kawasan Geopark tersebut "Itu menjadi bagian yang sangat penting," katanya.

Guy menambahkan bentuk kerjasama antara Bio Farma dengan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu dapat dijadikan sebagai percontohan, bagaimana sektor swasta terlibat aktif dalam menciptakan dan mengembangkan Geopark yang sehat di Indonesia.

R. Herry, Kepala Divisi Pengelolaan Lingkungan dan Sosial Bio Farma menyambut positif dengan keputusan Geopark Ciletuh Palabuhanratu memenuhi kriteria sebagai Taman Bumi Dunia (Global Geopark) oleh UNESCO.

"Kami menginisiasi Pengembangan Geopark Ciletuh Palabuhanratu sejak awal”.

“Apa yang telah dilakukan Bio Farma antara lain, dalam pemberdayaan masyarakat lokal, kami mensubstitusi pekerjaan penambang ilegal yang kemudian berkecimpung dan berprofesi dalam bidang Geo Wisata,” katanya.

Selain itu melakukan pengembangan lingkungan di kawasan Geopark CIletuh Palabuhanratu, seperti pengembangan Geo Wisata, pengembangan desa binaan, pengembangan home stay.

Herry menambahkan pengembangan aspek keanekaragaman budaya oleh Bio Farma melalui Batik Ramah Lingkungan, Batik Pakidulan, promosi dan sosialisasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu, pendampingan proses pengajuan dan evaluasi Global Geopark Network, serta pengembangan masyarakat yang bersinergi dengan komunitas lokal.        

Dalam aspek Bio diversity Bio Farma juga berperan aktif dalam pelestarian Flora dan Fauna di kawasan Ciletuh seperti penanaman pohon mangrove, penanaman pohon kepuh, serta program konservasi dalam bentuk peningkatan keanekaragaman hayati di Suaka Marga Satwa Cikepuh.

"Semoga pada sidang Executive Board yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-17 April 2018, Geopark Ciletuh Palabuhanratu resmi ditetapkan sebagai Taman Bumi Dunia," katanya.