Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 19 September 2018

PILGUB JABAR 2018: Semobil Dengan Jokowi, Bupati Uu Baper

Wisnu Wage Selasa, 16/01/2018 19:18 WIB
PILGUB JABAR 2018: Semobil Dengan Jokowi, Bupati Uu Baper
Uu dan Jokowi
Istimewa

Bisnis.com,BANDUNG--Satu mobil dengan Presiden menjadi kebanggan tersendiri bagi siapapun. Tak terkecuali bagi Bupati Tasikmalaya yang juga calon wakil gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Seperti diberitakan, dalam perjalanan kerjanya dari Ciamis menuju Tasikmalaya, Selasa (16/1) pagi, Presiden Joko Widodo terlihat satu mobil dengan Uu.

Saat dikonfirmasi, pasangan Ridwan Kamil (Emil) dalam Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 ini mengaku tidak menyangka bakal duduk berdampingan dengan orang nomor 1 di Indonesia.

"Saya sama sekali enggak nyangka," kata Uu melalui sambungan telepon.

Dia menceritakan, usai menghadiri acara di Kabupaten Ciamis, dirinya tiba-tiba didekati Paspampres yang memberitahukan bahwa Presiden berkenan satu mobil dengannya untuk menuju Tasikmalaya.

Tanpa pikir panjang, Uu pun langsung menerima tawaran yang menurutnya istimewa itu. "Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah, bisa berbarengan (semobil) dengan Pak Jokowi, pakai mobil negara, pelat Indonesia 1. Baru seumur hidup saya," katanya.

Perasaan luar biasa yang dirasakan Uu tak hanya di situ. Selama perjalanan di mobil sepanjang 30 kilometer, alumni Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya inipun tidak menyangka dengan sikap Presiden yang selalu membuka kaca mobil.

"Herannya lagi, saat di jalan, kaca mobil selalu dibuka. Dan warga tidak ada satupun yang memanggil presiden. Semua memanggil Pak Jokowi," ujarnya.

Hal ini, menurutnya sebagai bukti kedekatan Presiden Joko Widodo dengan masyarakat. "Saya juga merasakan yang berbeda saat masyarakat memanggil Pak Bupati, dengan saat masyarakat memanggil saya Pak Uu. Ini bukti saking masuknya Pak Jokowi di hati masyarakat," ujarnya.

Selama perjalanan itu, Uu menceritakan berbagai hal yang dibahasnya dengan kepala negara tersebut. Salah satunya, kata dia, Presiden mengingatkan dirinya akan kepasrahan terhadap Allah SWT.

Ini, kata dia, diungkapkan Presiden saat dirinya bertanya tentang kebiasaan membuka kaca mobil selama perjalanan. "Beliau menjawab tidak perlu takut. Saya serahkan sama Allah. Allah yang tahu segalanya. Saya berserah diri," ucap Uu mengulang pernyataan Presiden.

Mendengar petuah itu, Uu teringat akan pesan guru-gurunya di pesantren tentang arti ke-Tauhid-an. "Dalam hati, saya merasa ini kayak di Miftahul Huda, berbicara ke-Tauhid-an," ujarnya.

Selain kepasrahan diri, Uu pun diingatkan Presiden akan pentingnya menjaga amanah sebagai seorang pemimpin. Jabatan yang diemban, lanjutnya, harus dijalankan dengan baik, salah satunya dengan benar-benar mencintai rakyat.

"Saya juga dikasih petuah. Harus cinta rakyat. Kata beliau, rakyat itu butuh diperhatikan. Saya cinta rakyat, rakyat juga akan cinta. Pak Jokowi sayang ke rakyat," katanya.

Di akhir perjalanannya bersama Presiden, Uu sempat bertanya tentang lampu depan mobil berpelat Indonesia 1 yang sudah buram. "Kata beliau, ini mobil bekas presiden sebelumnya. Dan saya semakin menyadari kalau Pak Jokowi itu orangnya sederhana," katanya.