Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 22 Februari 2018

Kecewa, Mantan Bakal Calon Wali Kota Cirebon Bongkar Soal Mahar Politik

Maman Abdurahman Sabtu, 13/01/2018 22:53 WIB
Kecewa, Mantan Bakal Calon Wali Kota Cirebon Bongkar Soal Mahar Politik

Bisnis.com, CIREBON—Mantan bakal calon Wali Kota Cirebon, Brigjen Polisi Siswandi mengaku kecewa terhadap sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak mengeluarkan rekomendasi sehingga dirinya batal menjadi calon wali kota.

Pada berita sebelumnya, bakal calon Wali Kota Cirebon Siswandi-Euis Fety Fatayati berkas pendaftarannya ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon karena tidak memenuhi syarat 20% kursi di legislatif. Siswandi yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra hanya memiliki 6 kursi, setelah PKS menyatakan abstain di Pemilihan Wali Kota Cirebon 2018.

PAN, Gerindra dan PKS sebelumnya mendeklarasikan koalisi UMAT dan siap mengusung calon Wali Kota Cirebon periode 2018-2023. Akan tetapi pada hari terakhir pendaftaran calon, 10 Januari 2018, PKS malah keluar dari koalisi.

Siswandi mengaku sangat kecewa terhadap PKS yang dinilai tak memiliki etika politik terlebih lagi tak keluarnya surat rekomendasi setelah tidak adanya kesepakatan mahar yang tidak disepakati.

Dia menuturkan ada komunikasi antara timnya dan pengurus PKS Kota Cirebon yang menjurus pada mahar agar rekomendasi keluar, akan tetapi pada H-1 pendaftaran permintaan mahar tersebut naik lima kali lipat.

“Jumlah mahar yang diminta ember-emberan ,” kata Siswandi ketika ditanya wartawan saat menggelar jumpa pers, Sabtu (13/01/2018).

Siswandi mengucapkan banyak terima kasih kepada 2 partai pengusungnya yaitu PAN dan Gerindra yang telah mengantarkan dirinya ke Kantor KPU untuk mendaftarkan diri menjadi wali kota dan tanpa ada embel-embel mahar politik.

“Langkah selanjutnya akan berkoordinasi dengan partai pengusung soal sikap terhadap PKS, akan tetapi tim advokat akan menuntut ke PTUN,” ujarnya. (k3)

Apps Bisnis.com available on: