Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 19 Oktober 2018

Remaja Asal India Ciptakan Celana Dalam Antiperkosaan

Ilham Budhiman Rabu, 10/01/2018 08:35 WIB
Remaja Asal India Ciptakan Celana Dalam Antiperkosaan
Daily Mail

Bisnis.com, FARRUKHABAD  - Seorang wanita asal India mengembangkan pakaian dalam antiperkosaan. Celana dalam unik tersebut terdapat kunci digital, peringatan GPS untuk polisi dan kamera video untuk merekam wajah penyerang.

Seenu Kumari, yang terlahir dalam keluarga miskin di Farrukhabad, Uttar Pradesh, menghabiskan kurang dari £50 atau setara Rp1 juta untuk menciptakan celana dalam ini, yang dilengkapi dengan tombol panggilan darurat dan kunci kombinasi.

Remaja ini memiliki harapan, jika celana dalam penemuannya bisa diproduksi secara lebih luas ke pasaran. Dan bahkan bisa tahan peluru dan tidak bisa dipotong oleh pisau.

Pemerkosaan dan pelecehan anak di Uttar Pradesh, India memang sering terjadi. Di mana pelakunya akan mencari korban remaja, bahkan di tempat yang cukup ramai sekalipun.

"Saya telah memasukkan kunci cerdas yang tidak akan terbuka sampai Anda memasukkan kata kunci. Saya juga telah memasang perangkat elektronik yang dilengkapi dengan fasilitas GPS dan calling," kata Kumari dilansir Daily Mail.

Ketika seseorang mencoba untuk menganiaya seorang wanita, kata dia, maka perangkat tersebut akan mengirimkan pesan kepada sanak saudara perempuan tersebut dan juga kepada polisi.

Dia juga telah memasang perekam video, sehingga bisa menangkap dan menyimpan identitas pelakunya. Menurut dia, seorang wanita tidak perlu mengenakan pakaian dalam ini setiap hari. Dia bisa memakainya saat bepergian sendiri, atau jika berada di tempat yang tidak aman.

"Ini bisa membantu menyelamatkan wanita dari orang jahat yang akan berusaha melanggar martabatnya," ujarnya.

Jika seorang wanita diserang, dia bisa menekan tombol pada perangkat. Dan otomatis akan memanggil nomor darurat, yang telah ditentukan sebelumnya.

Prototipe untuk pakaian dalam telah dikirim ke National Innovation Foundation di Allahabad untuk dipatenkan.

"Jika kita menggunakan pakaian dan peralatan berkualitas lebih baik, maka akan siap untuk digunakan dan dijual di pasaran." ujarnya.