Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 26 April 2018

Benarkah Sering Makan Tahu Memliki Dampak Berbahaya?

Ilham Budhiman Selasa, 09/01/2018 08:25 WIB
Benarkah Sering Makan Tahu Memliki Dampak Berbahaya?
Ilustrasi tahu
Boldsky

Bisnis.com, BANDUNG - Tahu merupakan makanan populer di kalangan masyarakat Indonesia. Biasanya, makanan ini kerap dihidangkan dengan makanan lain seperti tempe.

Namun, di balik kenikmatannya benarkah mengonsumsi tahu terlalu sering bisa berdampak berbahaya bagi tubuh?

Dilansir Boldsky, penelitian baru-baru ini memaparkan 8 alasan dampak dari mengonsumsi makanan yang terbuat dari kedelai ini. Berikut alasannya:

1. Modifikasi genetik

Tahu merupakan makanan yang dihasilkan dari kedelai yang sudah dimodifikasi secara genetis dengan tujuan untuk membuat rasanya jadi lebih enak dengan tekstur yang lembut. Tentu saja proses ini melibatkan bahan kimia.

Faktanya, penelitian telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan yang sudah direkayasa secara genetika dengan berlebihan bisa menimbulkan ancaman penyakit serius seperti penyakit ginjal, lever, hingga kanker.

2. Ancaman kanker

Karena tahu hasil rekayasa genetika, maka ada dampak negatif yang ditimbulkan seperti ancaman kanker payudara. Peneliti mengatakan bahwa tahu mengandung fitoestrogen yang jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan sel abnormal berkembang di payudara.

3. Hipotiroidisme

Kacang kedelai diketahui mengandung senyawa berbahaya yang disebut dengan isoflavone genistein yang bisa mengganggu produksi kelenjar tiroid dan menyebabkan penyakit hipotiroidisme.

4. Defisiensi gizi

Tahu juga mengandung senyawa yang disebut dengan phytate. Senyawa ini bisa berbahaya bagi kesehatan karena menghambat jaringan tubuh untuk menyerap nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, seng, dan sebagainya sehingga bisa menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.

5. Penyakit kognitif

Banyak penelitian yang juga menyebutkan bahwa konsumsi tahu akan menyebabkan penyakit kognitif degeneratif seperti demensia dan alzheimer karena adanya fitoestrogen di dalam tahu, yang diketahui dapat merangsang degenerasi sel otak pada tingkat yang lebih cepat.

6. Penyakit pencernaan

Konsumsi tahu dalam jumlah banyak, terutama jika tidak dibarengi dengan konsumsi cukup serat bisa menyebabkan penyakit pencernaan seperti gastritis, kembung, dan gangguan usus.

Sebab tahu butuh waktu lama untuk dicerna dan kandungan senyawa tertentu di dalamnya bisa meningkatkan kadar keasaman dalam perut.

7. Risiko penyakit jantung

Tahu merupakan salah satu penyakit vegetarian yang bisa menyebabkan penyakit jantung, khusus penyakit dimana otot-otot jantung jadi ketat sehingga menyulitkan jantung untuk memompa darah.

8. Risiko tulang rapuh

Karena tahu mengandung senyawa phytate yang menyebabkan penyerapan nutrisi terganggu, termasuk vitamin D dari sinar matahari, maka hal ini bisa menyebabkan tulang jadi lemah dan rapuh.

Apps Bisnis.com available on: