Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 20 November 2018

Kisah Tercecer Dari Perayaan Tahun Baru Di Purwakarta

Wisnu Wage Rabu, 03/01/2018 10:03 WIB
Kisah Tercecer Dari Perayaan Tahun Baru di Purwakarta
Dedi Mulyadi

Bisnis.com,PURWAKARTA--Pemerintah Kabupaten Purwakarta memiliki cara unik dalam memperingati momen pergantian tahun. Di sini, para pejabat bertukar nasib dengan para pegawai kebersihan selama 24 jam.

Tugas pegawai yang bestatus sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) itu digantikan oleh para pejabat. Sementara, para pegawai menikmati berbagai fasilitas, mulai dari mobil dinas hingga Gala Dinner yang biasa digelar dalam acara resmi pemerintah.

Akhir pekan lalu, Ratusan pegawai kebersihan tampil mengenakan pakaian batik lengkap dengan sepatu pantofel. Mereka mendapat fasilitas busana tersebut dari leading sector dinas tempat mereka bekerja.

Sementara itu, para pejabat tampil mengenakan kaos lengkap dengan alat kebersihan. Mereka bertugas membersihkan bekas makan para pegawai dan menyapu sampah di jalan usai acara peringatan malam tahun baru.

Untuk tahun ini, tersirat aura kesedihan di wajah para pegawai. Pasalnya, Tahun 2017 merupakan tahun terakhir Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjabat. Bahkan, jika pria yang responsif terhadap keluhan warga itu maju sebagai calon Gubernur, bulan depan dirinya harus cuti dari jabatannya.

“Sedih saja, sekarang tahun terakhir bisa tertukar nasib dengan beliau. Selama puluhan tahun menjadi tenaga kebersihan, baru beliau yang memperhatikan nasib kami,” ujar Acim (50).

Kakek yang sehari-hari bertugas di Taman Pesanggrahan Padjadjaran itu menceritakan bahwa sudah menjadi tenaga kebersihan sejak digaji sebesar Rp200 ribu. Kini, gaji Acim sudah mencapai Rp2 Juta per bulan.

“Dulu, gaji Abah cuma Rp200 ribu, sekarang sudah Rp2 Juta berkat Pak Dedi,” katanya.

Bersih Walau Tanpa Adipura

Kepedulian Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta kepada pegawai, akhirnya membuahkan hasil. Pegawai kebersihan selalu semangat dalam bekerja dan berhasil menjadikan Purwakarta bersih dan asri walau tanpa Piala Adipura.

“Kami menjadi semangat kerja setiap hari. Meskipun tanpa Piala Adipura. Bagi kami yang penting bersihnya, bukan pialanya,” kata Acong (40), pegawai yang bertugas di Jalan Ipik Gandamanah.

Keluarga para pegawai kebersihan pun tak luput dari perhatian Dedi. Buktinya, anak pria yang bernama asli Wawan Gunawan itu diberi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran, Bandung.

“Anak saya diberi beasiswa oleh Pak Dedi. Sekarang kuliah di Bandung,” katanya.

Permintaan Maaf Dedi

Alih-alih pongah terhadap capaiannya selama 2 periode menjabat sebagai Bupati, Dedi Mulyadi malah meminta maaf. Ia merasa belum maksimal dalam upaya memuliakan dan memberikan kebahagiaan bagi para pegawai, terutama pegawai kebersihan.

“Ini tahun terakhir saya. Saya meminta maaf kalau ada pegawai yang saya tegur atau saya marahi. Saya juga meminta maaf karena belum mampu membahagiakan Anda sekalian,” kata Dedi.

Meski begitu, Dedi mengaku senantiasa berusaha untuk memberikan kebahagiaan kepada seluruh pegawai. Acara ‘Tukar Nasib’ merupakan salah satu diantara upaya tersebut.

“Ini acara tahunan yang kita selenggarakan. Saya dedikasikan sebagai penghormatan kepada pegawai. Mereka adalah pejuang kebersihan di Purwakarta,” pungkasnya.