Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 15 November 2018

PILGUB JABAR 2018: Berpeluang Diusung PDIP, Ini Harus Diperhatikan Ridwan Kamil

Wisnu Wage Rabu, 03/01/2018 16:27 WIB
PILGUB JABAR 2018: Berpeluang Diusung PDIP, Ini Harus Diperhatikan Ridwan Kamil
Ridwan Kamil

Bisnis.com,BANDUNG--Merapat ke PDIP diperkirakan membuka peluang besar mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. Ini terbukti dengan hadirnya Wali Kota Bandung itu di kantor DPP PDIP, di Jakarta, Rabu (3/1/2017) ini.

Namun, di balik besarnya peluang tersebut, para pakar politik menilai PDIP bakal kerepotan menghadapi rival-rivalnya di ajang pesta demokrasi terbesar di Jabar itu. 

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Firman Manan mengatakan, ini peluang PDIP mengusung Ridwan Kamil memang besar. Apalagi dari dulu PDIP sebenarnya ingin mengusung Ridwan Kamil, meski dalam perjalanannya terganjal persoalan komunikasi.

Namun, meski peluangnya besar, pengusungan Ridwan Kamil oleh PDIP bukan tanpa risiko. Bahkan, Firman menyebut risikonya cukup besar, baik bagi PDIP maupun Ridwan Kamil sendiri.

Menurut Firman, PDIP dan Ridwan Kamil bakal sama-sama kerepotan melawan rival-rivalnya yang akan berdampak pada tipisnya peluang meraih kemenangan.

Dipaparkan Firman, track record PDIP, khususnya di Jabar selama ini kurang baik. Terbukti, PDIP selalu kalah dalam ajang pesta demokrasi di Jabar. Selain kalah di Pilgub Jabar 2008 dan Pilgub Jabar 2013 lalu, PDIP pun harus kandas dan bertekuk lutut di Pilpres 2014 lalu. Fenomena tersebut membuktikan bahwa dukungan publik Jabar kepada PDIP bermasalah. 

"Sebab, tipologi masyarakat Jabar memang benar-benar religius, bahkan banyak kalangan Islam konservatif yang menilai PDIP anti-Islam. Apalagi, isu itu kini menguat karena romantisme Pilgub DKI Jakarta akan diulang Gerindra dan PKS yang telah sepakat mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu," jelas Firman.

Hal lain yang akan membuat repot PDIP dan Ridwan Kamil, lanjut Firman, adalah ketiadaan sosok ideal yang dapat disodorkan PDIP sebagai calon pendamping Ridwan Kamil. Firman menilai, sejumlah figur yang telah dijaring PDIP sebagai kandidat cagub/cawagub Jabar belum memenuhi kriteria ideal untuk meng-counter citra negarif PDIP di Jabar tersebut.

"Untuk menjaga marwah partai, PDIP tentu akan menyodorkan figur cawagub jika jadi mengusung Ridwan Kamil. Sayangnya, figur ideal itu tidak dimiliki PDIP. Tidak ada calon PDIP dengan backgroud religius," tegasnya.

PDIP, kata Firman, harus benar-benar mampu memilih figur calon pendamping Ridwan Kamil yang tepat, minimal tidak memicu sentimen negatif dan relatif tidak bermasalah. Dengan kriteria tersebut, Firman menyebut, kader PDIP Puti Soekarnoputri paling layak disodorkan sebagai calon pendamping Ridwan Kamil.

"Namun lagi-lagi, kemunculan Puti juga bisa bermasalah karena adanya diferiensi dalam menyikapi sosok pemimpin perempuan. Apalagi kalangan Islam konservatif menilai sensitif soal kepemimpinan perempuan," katanya.

Dengan kondisi tersebut, risiko yang harus ditanggung PDIP dan Ridwan Kamil jika PDIP benar-benar menjadi kendaraan politik Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 cukup besar.

Kondisi ini pun akan membuat pertarungan di ajang Pilgub Jabar 2018 semakin menarik dan menguntungkan rival-rival PDIP-Ridwan Kamil. Pasalnya, posisi Ridwan Kamil yang masih leading bisa tersalip oleh rival-rivalnya.

"Kalau kita coba mengkalkulasi, memang agak repot (PDIP-Ridwan Kamil menang), sisi lainnya pertarungan di Pilgub Jabar jadi makin menarik," tandasnya.