Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 17 Agustus 2018

Sektor Jasa Keuangan Setor Pendapatan Pos Indonesia Rp1 Triliun

Kahfi Selasa, 02/01/2018 17:52 WIB
Sektor Jasa Keuangan Setor Pendapatan Pos Indonesia Rp1 Triliun
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG- Sektor jasa keuangan PT Pos Indonesia (Persero) mengemas pendapatan nyaris mencapai Rp1 triliun pada tahun lalu, kontribusi itu diyakini akan terus meningkat seiring dengan transformasi bisnis perusahaan pelat merah tersebut.

Direktur Jasa Keuangan Pos Indonesia Ihwan Sutardiyanta mengungkapkan kinerja sektor jasa keuangan pada tahun lalu terbilang positif. Menurutnya, meski belum banyak berimbas terhadap pendapatan keseluruhan, namun tranformasi bisnis perseroan telah menunjukan gelagat yang baik di pasar jasa keuangan.

Ihwan mengatakan tranformasi bisnis Pos yang mengarah kepada pengembangan layanan digital telah menggaet pasar dagang-el. Dari sana, ungkapnya, masyarakat pun mulai kembali mempercayai transaksi keuangan meskipun secara terbatas kepada Pos.

Untuk transaksi pembayaran pajak pada Desember tahun lalu, Pos melayani pelunasan pajak masyarakat hingga Rp150 miliar dalam sehari.  Hal itu, kata Ihwan, menunjukan diler jasa keuangan yang tersebar di 300 titik bisa bekerja maksimal.

“Untuk Desember saja, pendapatan jasa keuangan dari pembayaran pajak kami mendapatkan Rp21,76 miliar, sedangkan secara keseluruhan pendapatan jasa keuangan kami mengemas hampir Rp1 triliun pada tahun lalu,” kata Ihwan, Senin (2/1/2018).

Saat ini, Pos Indonesia menyediakan jasa keuangan berupa pembayaran atau payment seperti listrik dan pajak, remitansi, hingga transaksi dagang-el. “Layanan inipun bisa bersaing dengan konsep branchless banking atau Laku Pandai,” kata Ihwan.

Di sisi lain, Pos mempunyai pekerjaan rumah mengembangkan aplikasi jasa keuangan yang lebih praktis. Ihwan menargetkan pengembangan berupa aplikasi yang meringkas proses transaksi konvensional dapat dirampungkan pada kuartal pertama tahun ini.

Lewat aplikasi tersebut, transaksi jasa keuangan dapat diakses nasabah Pos tanpa harus setor dan ambil uang di diler pelayanan. Caranya, ungkap Ihwan, kami akan membuatkan akun nasabah dan menjalankan channeling banking.

“Targetnya nasabah atau konsumen kami yang captive market sebesar 7-10 juta orang dapat transformasi ke sana,” tukasnya.