Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 24 Februari 2018

“Dikerjai” Harga Bahan Baku, Kinerja Dahana Tetap Melaju

Kahfi Kamis, 28/12/2017 16:05 WIB
“Dikerjai” Harga Bahan Baku, Kinerja Dahana Tetap Melaju

 

 

Bisnis.com, BANDUNG- PT Dahana (Persero) yang merupakan produsen bahan peledak giat melakukan inovasi bisnis guna menjaga kinerja tetap positif, seiring harga bahan baku ammonium nitrat yang kerap di atas harga di pasar global.

Hal itu mendorong Dahana berupaya melakukan inovasi berkelanjutan. “Salah satunya, dengan lini usaha untuk pasokan militer,” tukas Direktur Operasi Dahana Bambang Agung kepada Bisnis.com beberapa waktu lalu.

 

Kontribusi lini usaha lain yang juga ikut menyokong pertumbuhan kinerja yaitu jasa peledakkan bagi para konsumen tetap. Sektor jasa itupun berhasil menyumbang Rp80 miliar pada tahun ini.

“Inovasi kami berkelanjutan, dari sisi logistik yang telah dirintis dengan rancangan truk mixer otomatis, pembangunan depo, hingga melayani kebutuhan konsumen terkait jasa teknis peledakan,” cetus Agung.

Saat ini Dahana menghadapi lonjakan harga bahan baku ammonium nitrat (AN) yang kerap tak mengikuti tren harga dunia. Sebabnya, bahan baku peledak domestik dikuasai satu perusahaan penanaman modal asing yakni PT Kaltim Nitrate Indonesia sebesar 52%, sisanya merupakan PT Black Bear Resources Indonesia dan PT Multi Nitrotama Kimia.

Dahana menghitung selisih harga yang mempengaruhi ongkos jasa peledakan mencapai US$4,95 juta untuk wilayah operasi Kalimantan dan US$1,1 juta di Jawa, jika menggunakan AN buatan pabrik dalam negeri.

Selain harga bahan baku yang jauh di atas harga AN dunia, Dahana mesti menanggung beban BMAD bila memaksa impor. Sejauh ini, Dahana menyerap AN dari beberapa negara seperti China, Korea, dan India.

Untuk bahan baku yang berasal dari China dan Korea, tiap tahun Dahana harus merogoh kocek sebagai tambahan BMAD senilai US$3,35 juta. Sedangkan produsen lokal AN enggan mengikuti harga pasar dunia.

 

Apps Bisnis.com available on: