Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 18 November 2018

BPOM Bandung Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp3,4 Miliar

Ilham Budhiman Rabu, 20/12/2017 13:28 WIB
BPOM Bandung Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp3,4 Miliar

Bisnis.com, BANDUNG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung memusnahkan barang bukti tindak pidana dan hasil pengawasan berupa 1.751 jenis produk sediaan farmasi dan pangan ilegal dengan nilai mencapai lebih dari Rp3,4 miliar. Barang ilegal tersebut adalah hasil temuan sepanjang tahun 2017 ini.

Pemusnahan dipimpin langsung Kepala Balai BPOM Bandung, Abdul Rahim dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, Perwakilan DPRD Jabar, Kejaksaan Tinggi Jabar, Kapolda Jabar, Dinas Kesehatan Jabar, lintas sektor terkait dan asosiasi di bidang industri obat dan makanan.

Kepala Balai Besar POM Bandung Abdul Rahim mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan pemusnahan terhadap produk obat dan makanan ilegal hasil pengawasan Badan POM/Balai POM (BBPOM/BPOM) di seluruh Indonesia.

"Tindakan ini sebagai wujud perlindungan kepada masyarakat dari peredaran produk sediaan farmasi dan pangan ilegal yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat dan mutu," kata Abdul Rahim di Bandung, Rabu (20/12)

Pemusnahan barang bukti hasil pengawasan BBPOM di Bandung ini dilakukan dua tahap. Pertama, telah dilakukan pada 12 Desember 2017 di Bogor terhadap produk pangan ilegal yang dibawa menggunakan 5 truk kontainer.

"Sedangkan pemusnahan kedua dilakukan secara simbolis hari ini dengan pelepasan 1 truk dari 3 truk kontainer yang terdiri dari obat dan makanan ilegal, untuk kemudian barang bukti itu akan dibawa dan dimusnahkan di Karawang," jelas Abdul Rahim.

Dia menjelaskan, sepanjang 2017, BPOM di Bandung telah melakukan penindakan terhadap 28 sarana dengan di antaranya 24 perkara yang saat ini tengah diproses secara pro-justitia. Dari penindakan tersebut, petugas telah mengamankan 269 jenis produk ilegal yang didominasi oleh produk pangan yaitu sebanyak 47%.

"Temuan lainnya adalah berupa produk kosmetika sebanyak 32%, obat tradisional 19% dan obat 2%," ungkap Abdul.

Abdul menambahkan, kejahatan pelaku yang terungkap melalui penindakan tersebut, yaitu pelaku mengedarkan berbagai produk yang tidak memiliki izin edar dan tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

Sementara temuan produk pangan yang ditemukan terdiri dari pangan ilegal dan pangan yang mengandung bahan yang dilarang seperti mie basah mengandung formalin dan terasi yang mengandung pewarna rhodamin B.

"Kami juga menemukan kosmetik yang mengandung merkuri atau hidrokinon, obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil sitrat dan deksametason dan produk obat ilegal," ujarnya.