Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 22 Mei 2018

Darurat Difteri, Bio Farma Sumbangkan Serum

Kahfi Rabu, 20/12/2017 15:26 WIB
Darurat Difteri, Bio Farma Sumbangkan Serum

 

Bisnis.com, BANDUNG- Seiring merebaknya kasus difteri yang mendorong pemerintah menetapkan status KLB, PT Bio Farma selaku produsen vaksin nasional ikut turun tangan.

Untuk memenuhi kebutuhan darurat, Bio Farma menyumbangkan 700 vial anti difteri serum (ADS). Serum tersebut digunakan pemerintah untuk mengobati difteri yang akan didistribusikan Kementerian Kesehatan RI.

Sumbangan Bio Farma itu senilai Rp1,2 miliar. Serum anti difteri merupakan produksi Bio Farma berkolaborasi dengan produsen vaksin negara berkembang lainnya.

Pengadaan ADS yang diimpor, berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan kapasitas ADS produksi di Bio Farma, sehingga kapasitas produksi  belum dapat menghasilkan secara penuh. 

 “Berbeda dengan vaksin yang berfungsi sebagai pencegahan, Anti Difteri Serum ini  berfungsi untuk mengobati penderita yang sudah terlanjur terkena difteri”, ungkap Bambang Heriyanto, Corporate Secretary Bio Farma, dikutip dari rilis resmi, Rabu (20/12/2017).

 Dia mengatakan Bio Farma berkomitmen terhadap kepentingan nasional. Karena itu, sambung Bambang, perseroan akan  meningkatkan kapasitas produksi Vaksin dan Anti Difteri Serum untuk pasokan tahun 2018.

“Kami  terus meningkatkan kapasitas sampai  maksimal produksi, untuk memenuhi kebutuhan pemerintah pada outbreak difteri ini,” tambah Bambang. 

Selain untuk kebutuhan dalam negeri, vaksin juga didistribusikan ke beberapa negara.  “Khusus outbreak difteri ini kami sangat memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, sehingga kami merelokasi pasokan vaksin yang sedianya kami ekspor,” tutup Bambang. 

Apps Bisnis.com available on: