Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Cerita Bupati Purwakarta Di Pasar Kajepit

Wisnu Wage Selasa, 19/12/2017 10:43 WIB
Cerita Bupati Purwakarta di Pasar Kajepit
Dedi Mulyadi
Istimewa

Bisnis.com, PURWAKARTA--Ada saja cara Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam menghabiskan waktu liburan. Usai berolahraga dan berjalan-jalan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta, ia memilih untuk berbelanja di Pasar Kajepit di kawasan Pasar Jumaah, Purwakarta akhir pekan lalu

Dedi terlihat mencegat angkot di perempatan jalan menuju komplek kantor Pemkab Purwakarta. Bersama putera sulungnya, Maula Akbar, ia naik angkot dengan trayek 02 Purwakarta.

Tiba di tempat tujuan, Pasar Kajepit telah ramai dikunjungi oleh warga. Dedi tampak berbelanja kebutuhan bahan pokok, berupa beras, sayuran, hingga alat dapur. Barang belanjaan yang ia beli tampak dibawakan oleh puteranya.

Ada kejadian lucu saat Dedi berada di kios beras langganannya. Seorang tukang celemek, Ujang Sule (35) terdengar memanggil pria yang dikenal low profile itu yang tengah dikerumuni pengunjung pasar. Samar suara panggilan sang pedagang celemek, dibalas oleh panggilan lantang oleh Dedi.

“Naon tukang celemek, kadieu!. (Apa penjual celemek, kesini!),” panggil Dedi.

Pedagang asal Kabupaten Bandung tersebut kemudian menghampiri Dedi. Mereka berdua terlibat dalam dialog kecil, mulai dari asal usul hingga penghasilan per hari yang didapat oleh Ujang selama berjualan.

“Bukan modal sendiri Pak, cuma dagangin punya orang. Jadi sebisanya saja,” kata Ujang.

Ujang kemudian mengutarakan keinginannya untuk berjualan celemek dengan modal sendiri. Namun, ketiadaan modal awal membuat dirinya belum dapat mewujudkan keinginannya tersebut. Padahal, sang istri di rumah memiliki kemampuan membuat celemek dan serbet karena kemampuan menjahitnya cukup lumayan.

“Ya sok sama saya dibantu modal. Asal mau berusaha sendiri,” kata Dedi.

Obrolan mereka pun berakhir dengan ucapan terima kasih dari Ujang atas modal Rp10 Juta yang diberikan oleh Dedi kepadanya.

Bertemu Mak Kartini

Bukan hanya Ujang, Mak Kartini (56) pun mendapatkan bantuan serupa. Ia adalah seorang janda tua asal Pasir Nangka. Sehari-hari, Mak Kartini mengambil alat dapur dari sebuah kios di Pasar Kajepit, untuk dijual kembali kepada warga di sekitar rumahnya.

“Ini buat Emak, emak harus semangat jualan, saya modalin. Jadi emak gak perlu repot lagi bolak-balik kesini ambil barang,” kata Dedi kepada Mak Kartini.

Lelehan air mata terlihat di wajah renta Mak Kartini. Ia berterima kasih atas modal usaha yang diberikan.

“Alhamdulillah, Emak ayeuna mah jongjon dagang. (Alhamdulillah, sekarang emak tenang berdagang),” tukasnya.