Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Januari 2018

Oded: Inflasi Mempengaruhi Kesenjangan Ekonomi

Ilham Budhiman Selasa, 19/12/2017 17:52 WIB
Oded: Inflasi Mempengaruhi Kesenjangan Ekonomi
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Sebagai kota jasa, perekonomian Kota Bandung sangat terpengaruh dengan perkembangan inflasi serta daya beli masyarakat.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial pada acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung Tahun 2017 di Hotel Golden Flower Jl. Asia Afrika Bandung, Selasa (19/12).

Berbicara inflasi, kata Oded, sudah pasti mempengaruhi kesenjangan ekonomi. Namun, kesenjangan ekonomi bisa diminalisir dengan adanya potensi dana zakat. Bahkan, dampak inflasi pun bisa dikurangi.

"Zakat adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan perekonomian kita," kata Oded dalam kegiatan yang bertema "Potensi dana zakat untuk mengurangi dampak inflasi dan menurunkan kesenjangan ekonomi".

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah harus bisa merumuskan konsep-konsep yang aplikatif untuk menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat. Karena, kata Oded, masyarakat memang harus diberikan konsep yang memudahkan dalam melaksanakannya.

"Agar daya beli dapat terdorong maka pola konsumsi masyarakat harus di edukasi, seperti contoh salah satunya ketergantungan pada nasi juga harus dirubah agar masyarakat tidak tergantung pada nasi sebagai bahan makanan pokok," ujar Oded.

Terkait harga pasar, Oded juga menjelaskan yang menjadi masalah adalah pada saat anjloknya harga secara drastis pada produk pasar. Sehingga, lanjutnya, membuat para pedagang kehilangan daya beli untuk memasok dagangannya lagi.

"Dalam hal ini PD (Perusahaan Daerah) Pasar harus bisa menjaga harga pasar jangan hanya mengurus retribusi saja dan revitalisasi pasarnya, ke depan bila perlu PD Pasar juga bisa menjadi distributor supaya tidak anjlok harga dipasarnya," tegasnya.

Sementara itu, menurut Kabag Perekonimian Setda Kota Bandung Lusi Lesminingwati kegiatan TPID ini memang diagendakan minimal dua kali dalam setahun agar dapat melakukan sinkronisasi dengan stakeholder terkait dengan penanganan inflasi di Kota Bandung.

"Kinerja kita sampai dengan 3,36 persen di mana kinerja ini masih di bawah inflasi provinsi jadi dengan kata lain daya beli masyarakat Bandung masih dalam angka bagus" ucapnya.

Apps Bisnis.com available on: