Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 21 Februari 2018

Manuver AS Di Tragedi Rohingya, Jatuhkan Sanksi Personal Kepada Petinggi Myanmar

Kahfi Sabtu, 16/12/2017 13:52 WIB
Manuver AS di Tragedi Rohingya, Jatuhkan Sanksi Personal kepada Petinggi Myanmar
(reuters)

 

Bisnis.com, WASHINGTON- Amerika Serikat (AS) mengaku telah mengidentifikasi seorang petinggi Myanmar yang bertanggungjawab terhadap tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (16/12/2017), AS mengklaim telah melakukan penelitian terhadap kejahatan kemanusiaan yang dipimpin Militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya. Karena itu, AS akan menjatuhkan sanksi dan menyeret satu orang yang dinilai bertanggungjawab atas tragedi tersebut.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengungkapkan AS juga tengah memeriksa dan meneliti orang-orang yang dicurigai bertanggungjawab terhadap tragedi yang menimpa muslim Rohingya.

Sebelumnya, Tillerson mengumumkan sikap AS terhadap tragedi tersebut. AS menilai tragedi Rohingya adalah upaya pembersihan etnis, dan pemerintah telah menarget sanksi bagi para pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.

Sejak Agustus, sebanyak 600.000 orang Rohingya menyelamatkan diri dari kejaran militer Myanmar yang bersikap brutal. Mereka mengungsi ke negara tetangga, Bangladesh.

 “Kami tengah memeriksa dan meneliti tragedi tersebut sejak serangan Agustus yang membuat migrasi besar-besaran dari Myanmar, dan telah mengidentifikasi satu orang yang dianggap beratanggungjawab. AS akan menjatuhkan sanksi tersebut,” kata Tillerson di kantor PBB.

Di sisi lain, sumber Reuters menyebutkan sanksi memang ditujukan bagi penekanan lebih jauh kepada Myanmar. Akan tetapi, kata sumber anonim itu, sanksi tidak dapat diharapkan akan menyasar para petinggi Militer Myanmar, justru akan menyetop sementara embargo ekonomi yang telah dijalankan pemerintahan Barack Obama.

Tak pelak, sanksi yang terkesan minimal itupun tidak memuaskan para pejuang kemanusiaan tragedi Myanmar. Hal itupun dikecam banyak pihak.

Apps Bisnis.com available on: