Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

Disrupsi Digital Jadi Fokus Rapimprov Kadin Jabar

Kahfi Rabu, 06/12/2017 20:59 WIB
Disrupsi Digital Jadi Fokus Rapimprov Kadin Jabar

 

Bisnis.com, BANDUNG- Perkembangan ekonomi digital yang ditandai dengan kian luruhnya konsep perniagaan konvensional telah melecut perhatian Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jabar.

Bahkan, pada Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Jabar mengagendakan fokus pembahasan pada efek dan antisipasi daya disrupsi ekonomi digital tersebut. “Apalagi untuk Jabar yang harus menghadapi banyak soal terkait pengangguran dan tingkat kemiskinan, adanya disrupsi ini harus diantisipasi,” kata Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal di sela diskusi terbatas pada Rabu malam (6/12/2017).

Agung mengungkapkan selama ini perekonomian Jabar masih tergantung pada sektor konvensional transportasi, tekstil, dan properti. Persoalannya, jelas dia, saat ini terjadi stagnasi perekonomian yang dipicu melemahnya daya beli masyarakat.

Seiring dengan hal itu, pelaku usaha yang sejauh ini membuka lapangan usaha di sektor utama seperti transportasi hingga tekstil harus berhadapan dengan pola transaksi digital. “Pasar ritel banyak yang tertekan, produsen tekstil ikut terimbas, transportasi juga,” ungkap Agung.

Lebih dari itu, sewaktu era perdagangan El kian membesar pelaku usaha tetap berhadapan dengan ekonomi biaya tinggi. Alhasil, lanjut Agung, yang tadinya merupakan produsen kini hanya jadi pedagang barang impor.

“Hal ini merupakan bahaya bagi perekonomian Jabar,” ungkapnya.

Di sisi lain, guna menyikapi perkembangan terkini, Kadin Jabar akan membahas pembentukan Crisis Center Office (CCO) untuk membangun kekuatan dan antisipasi perekonomian digital. Kadin Jabar mengharapkan CCO ini mampu mendorong dan mengawal para pelaku usaha agar menyiapkan strategi era digital.

Apps Bisnis.com available on: