Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Kadin Jabar: Investasi Tak Boleh Telantarkan Lingkungan Sekitar

Kahfi Rabu, 06/12/2017 20:47 WIB
Kadin Jabar: Investasi Tak Boleh Telantarkan Lingkungan Sekitar
ilustrasi
bandung.bisnis.com

 

Bisnis.com, BANDUNG- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan aliran investasi belum mampu mendongkrak kemaslahatan lingkungan sekitar.

Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal mengatakan hingga saat ini Provinsi Jabar merupakan salah satu penopang pertumbuhan manufaktur nasional yang signifikan. Tak pelak, aliran modal pun membanjiri wilayah Jabar yang semestinya dapat menekan jumlah pengangguran dan pemangkasan tingkat kemiskinan.

“Prinsipnya Kadin terus mendorong investasi yang bermanfaat untuk masyarakat. Namun selama ini masih saja terjadi invetasi yang malah menuai ketimpangan,” katanya di sela diskusi terbatas persiapan Rapimprov Kadin Jabar, Rabu malam (6/12/2017).

Dia mengungkapkan sepanjang pengamatan Kadin, terdapat sentra industri yang dipadati modal skala besar seperti Bekasi, belum tentu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. “Bahkan ada yang lingkungan industri di wilayah Jabar seperti Bekasi, justru tingkat pendidikan masyarakat sekitarnya tertinggal jauh,” ungkap Agung.

Di sisi lain, Jabar harus menghadapi tantangan sulit ke depan seperti ancaman meningkatnya jumlah penganggur usia produktif. Selain itu, kata Agung, tantangan paling berat adalah melemahnya daya beli masyarakat.

“Hal ini semakin memberatkan untuk pertumbuhan ekonomi regional Jabar maupun nasional,” katanya.

Sejalan dengan itu, berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan realisasi investasi Jabar mulai melambat. Realisasi investasi di wilayah Jawa Barat mencapai Rp28,8 triliun pada kuartal ketiga tahun ini, tumbuh 1,4% dibandingkan Rp28,4 triliun pada periode sama tahun lalu.

Sebaliknya dalam tiga tahun belakangan sumbangsing itu terus tergerus. Pada kuartal ketiga tahun ini, kontribusi realisasi investasi Jabar sebesar 16,31% terhadap penanaman modal secara nasional yang senilai Rp176,6 triliun.

Pada periode sama tahun lalu, Jabar menyerap 18,3% dari total realisasi investasi secara nasional yang mencapai Rp155,3 triliun. Bahkan pada 2015, hampir 20% dari nilai investasi di Tanah Air, digelontorkan di wilayah Jabar.

Tren itu tercermin dari pertumbuhan investasi secara nasional yang mencapai dua digit. Sebaliknya, realisasi investasi di Jabar hanya mampu tumbuh di kisaran 1,5-2%.

Kadin Jabar mengamini pelambatan investasi bakal mempengaruhi roda perekonomian Jabar. Persoalan utama, kata Agung, kinerja birokrasi yang belum berjalan efektif.

“Ekonomi biaya tinggi masih dihadapi para investor, terlebih dengan adanya biaya-biaya siluman. Itu tercermin dari Bandung yang dikatakan masih mempunyai tingkat suap yang tinggi,” simpul Agung.

Apps Bisnis.com available on: