Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Pertemuan Persiapan WCCE: Mempromosikan Ekonomi Kreatif Melalui Kemitraan Global

Ihya Ulum Aldin Selasa, 05/12/2017 14:53 WIB
Pertemuan Persiapan WCCE: Mempromosikan Ekonomi Kreatif Melalui Kemitraan Global
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf
Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Menyadari peran penting negara dalam pengembangan industri kreatif, Pemerintah Indonesia menggelar pertemuan persiapan Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (WCCE) pada 4-7 Desember 2017 di Bandung, Jawa Barat.
 
Pertemuan yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) ini bertujuan untuk membahas elemen kunci dari empat isu utama dan menjadikannya sebagai rekomendasi konkret yang akan dibahas lebih lanjut di WCCE 2018 di Bali.
 
"Dalam sejarah dunia, tidak ada industri tunggal yang berkembang tanpa kerjasama antarnegara. Inilah yang mendasari Inisiatif Pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif yang bertujuan untuk menciptakan efek kerjasama bola salju," kata Kepala Bekraf Republik Indonesia Triawan Munaf, dalam rilis yang dilansir hari ini.
 
Topik yang akan dibahas pada pertemuan ini meliputi The Butterfly Effect: Dampak Sosial Ekonomi Kreatif (Kohesi Sosial); Datang dengan Peraturan Kreatif yang Tepat; Membuat Penawaran Industri Kreatif Tidak Bisa Menolak; Mengambil Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Usaha dengan Tinggi Baru dan Menguraikan Masa Depan Ekonomi Kreatif.
 
"Konferensi ini akan melibatkan perwakilan dari negara-negara yang memiliki kepentingan kuat dalam pengembangan industri kreatif, serta akan membahas cara dan sarana untuk memperkuat kerjasama termasuk aspek pendanaan dan peraturan pemerintah," lanjut Triawan Munaf.
 
Industri kreatif sendiri dinilai mulai berevolusi. Ekonom dunia memprediksi bahwa ekonomi global akan semakin bergantung pada sektor industri kreatif.
 
Ketergantungan masyarakat global terhadap teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari telah menyebabkan pertumbuhan dalam industri kreatif, di antaranya industri perangkat lunak komputer, film, musik, publikasi, hiburan, dan fashion.

Industri ekonomi kreatif nasional telah mengalami pertumbuhan eksponensial dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data nasional, sektor industri kreatif telah menyerap 15,9 juta tenaga kerja dengan kontribusi 7,3% terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan Rp852 triliun.
 
Pada skala global, nilai ekonomi industri kreatif bahkan melampaui industri perminyakan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Konferensi Perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCTAD) pada tahun 2012, industri kreatif menyumbang USD 2,2 triliun atau 230% lebih banyak dari nilai ekspor minyak OPEC.

Apps Bisnis.com available on: