Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

PILGUB JABAR 2018: Emil Diminta Hati-hati Pilih Panelis

Wisnu Wage Senin, 04/12/2017 18:02 WIB
PILGUB JABAR 2018: Emil Diminta Hati-hati Pilih Panelis
Ridwan Kamil
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG--Tim panelis dalam konvensi calon wakil gubernur yang akan berpasangan dengan Ridwan Kamil (Emil) harus memiliki integritas dan obyektivitas yang baik.

Penilaian terhadap masing-masing kandidat harus dilakukan sebaik mungkin, tanpa mengedepankan kesamaan latar belakang baik partai maupun kesamaan daerah.

Hal ini diungkapkan pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran Firman Manan terkait adanya rencana konvensi yang akan dilakukan Emil jelang Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018.

Menurut Firman, tim panelis yang terdiri dari sembilan orang ini harus memberi penilaian yang obyektif dan transparan terhadap masing-masing kandidat.

Penilaian yang diberikan harus berdasarkan kualitas kandidat bukan karena faktor kedekatan politik maupun kesamaan daerah. Namun, Firman menilai, independensi panelis bisa terganggu oleh adanya aviliasi terhadap salah satu partai.

Terlebih, dari sembilan panelis, tiga di antaranya memiliki kaitan erat dengan partai pengusung Emil yang juga mengusulkan kadernya untuk menjadi calon wakil gubernur. Mereka adalah Uu Rukmana (mantan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat), Popong Otje Djunjunan/Ceu Popong (saat ini anggota Fraksi Golkar di DPR RI), dan Tjetje Hidayat Padmadinata (politisi dan pendiri Angkatan Muda Siliwangi).

Firman menjelaskan, dugaan itu tidak bisa dihindari karena adanya panelis yang memiliki kedekatan dengan Golkar, partai pengusung Emil yang juga mengusulkan kadernya menjadi calon wakil gubernur.

"Tentu saja adanya aviliasi ke partai pengusung bisa berpengaruh. Memang ada persoalan ketika awalnya disebut tokoh-tokoh independen, tapi ada keterkaitan dengan tokoh tertentu," kata Firman saat dikonfirmasi, Senin (4/12/2017).

Oleh karena itu, Firman berharap setiap panelis harus memiliki independensi dan integritas yang baik sehingga mampu memberi penilaian yang obyektif. Mereka dituntut bisa menanggalkan identitas partainya sehingga menempatkan diri sebagai tokoh yang berpengalaman di Jawa Barat.

"Saya berharap tidak ada keberpihakan. Harus obyektif, nonpartisan. Jangan bicara dengan merepresentasikan partai," katanya.

Seperti diberitakan, Emil memastikan pemilihan calon wakil gubernurnya akan melalui proses konvensi. Menurut dia, selain musyawarah partai pengusung, pemilihan pasangannya itu harus ditempuh melalui mekanisme tambahan yakni mendengarkan masukan-masukan dari sembilan tokoh masyarakat Jawa Barat.

Emil menjelaskan, kesembilan tokoh Jawa Barat yang akan dimintai penilaian di antaranya Tjetje Padmadinata, Uu Rukmana, Popong Otje Djunjunan (Ceu Popong), Miftah Farid, Erie Riana Harjapamekas, Rizal Ramli, Ganjar Kurnia, serta pemuka agama dari Depok dan kawasan utara Jawa Barat. "Itu nama-nama yang nanti akan berdialog dengan calon wakil," katanya.

Apps Bisnis.com available on: