Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 22 November 2018

Inflasi Jabar November Capai 0,21%

Ilham Budhiman Senin, 04/12/2017 15:40 WIB
Inflasi Jabar November Capai 0,21%
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat merilis hasil terbaru terkait inflasi di Jawa Barat yang mencapai 0,21% pada November 2017. Hal itu berdasarkan pendataan harga yang meliputi tujuh kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan di Jawa Barat.

Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender year to date Januari-November 2017 sebesar 3,06% dan laju inflasi dari tahun ke tahun year-on-year tercatat sebesar 3,42%.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat Dody Herlando mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran seluruhnya, mengalami inflasi yaitu Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,25%, Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,44%, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas &
Bahan Bakar sebesar 0,10%.

"Selain itu Kelompok Sandang sebesar
0,10%, Kelompok Kesehatan sebesar 0,20%, Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga sebesar 0,36%, dan Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,04%," katanya di Bandung pada Senin (4/12).

Hasil pemantauan harga barang dan jasa selama November 2017 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan atau penurunan harga dan memberikan andil inflasi atau deflasi cukup siginifikan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi antara lain cabe merah, rokok kretek filter, bawang merah, beras, telur ayam ras, rekreasi, bubur, bimbingan belajar, rokok kretek, kue kering berminyak.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain bawang putih, ketimun, kentang, sawi hijau, minyak goreng, apel, kelapa, gula pasir, melon, telepon seluler, semen.

Hasil ini merupakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan meliputi 7 kota yaitu Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Bekasi, Depok, dan Tasikmalaya mengalami kenaikan indeks.

Dody Menyebut Kota Bogor mengalami inflasi paling tinggi yakni sebesar 0,41%, kemudian diikuti Kota Bandung sebesar 0,39%, Kota Sukabumi sebesar 0,19%, Kota Cirebon sebesar 0,16%, Kota Depok sebesar 0,12%, Kota Tasikmalaya sebesar 0,13% dan Kota Bekasi sebesar 0,02%.

"Jadi kalau melihat sebaran kota yang ada di Jabar, ada Bekasi dan Kota Depok yang mengalami inflasi paling rendah," katanya.