Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

HMPI-BMN 2017: Jabar Tanam 3.050 Batang Pohon

Wisnu Wage Rabu, 29/11/2017 14:02 WIB
HMPI-BMN 2017: Jabar Tanam 3.050 Batang Pohon
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com,BANDUNG - Pelestarian lingkungan merupakan salah satu dari tujuan pembangunan. Selain mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Daya dukung kita terhadap lingkungan perlu terus kita galakkan karena seluruh pasokan kehidupan manusia seluruhnya berasal dari alam.

Salah satu upaya untuk mendukung hal tersebut Pemprov Jawa Barat terus mengelorakan semangat menanam pohon kepada masyarakat. Melalui peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) se-Dunia Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat kali ini ditanam sebanyak 3.050 batang pohon.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) membuka acara puncak HMPI dan BMN 2017 di Bukit Penenjoan kawasan Waduk Jatigede, Desa Jema, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Selasa (27/11/17).

Dalam rilis Humas Jabar, Aher pun menyerukan agar penanaman pohon ini dilakukan bukan sekadar untuk pelestarian lingkungan, namun juga untuk pertahanan kehidupan.

“Melestarikan lingkungan bukan sekadar kewajiban tapi melestarikan lingkungan adalah pertahanan kehidupan,” ujar Aher dalam sambutannya.

Aher mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif sebagai bangsa agar lingkungan bisa terjaga dengan baik dan masalah lingkungan bisa terselesaikan. Menurut Aher, bangsa hebat adalah bangsa yang bisa memelihara lingkungannya dengan baik, karena dengan begitu lingkungan hutan, air, pangan, serta berbagai pasokan kehidupan lainnya akan terselamatkan.

Namun, Aher juga mengajak masyarakat agar memanfaatkan alam sebagaimana mestinya. Kawasan hutan yang mesti dilestarikan bisa memberikan manfaat untuk menghindarkan bencana banjir yang selalu menjadi masalah di kawasan hilir. “Jangan cerita banjir selesai di kawasan hilir, jangan cerita air bersih sampai ke kawasan Bekasi dan Jakarta dengan baik tanpa dilestarikannya hutan-hutan di hulu,” kata Aher.

Selain itu, hutan juga bermanfaat sebagai pembersih udara, hidrologi air di hilir, pasokan pangan, dan sebagainya. “Tapi jangan sampai semangat menanam padi atau untuk menambah produksi padi, sehingga hutan pun dipadikan seluruhnya. Bukan tempatnya masalahnya, silahkan tanami padi tapi di hutan-hutan yang datar, tapi kalau di hutan yang miring jangan sama padi. Yang miring tanami kopi atau tanaman yang lain yang berfungsi menghasilkan pangan tapi juga sebagai konservasi,” paparnya.

Penanaman pohon ini diharapkan bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga fungsi lainnya sebagai mitigasi bencana. Untuk itu, penanaman pohon ini bertujuan sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menanam dan memelihara pohon. Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong gerakan tanam pohon ini. Sejak 2016 sebanyak 34 juta batang pohon telah ditanam di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Usai acara pembukaan, Gubernur Aher yang didampingi Pangdan III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Mordano dan Wakil Kapolda Jawa Barat Brigjen Polisi Supratman berkesempatan menanam pohon. Aher menanam pohon Gandaria (Bouea MacroPhylla), sementara Mayjen TNI Doni Mordano dan Brigjen Polisi Supratman menanam pohon Kepel (Stelechocarpus Burahol).

Apps Bisnis.com available on: