Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Robot Sophia Ingin Berkeluarga Dan Memiliki Anak

Ilham Budhiman Selasa, 28/11/2017 08:15 WIB
Robot Sophia Ingin Berkeluarga dan Memiliki Anak
Robot Sophia
Daily Mail

Bisnis.com, BANDUNG - Hanya satu bulan setelah membuat sejarah dengan menjadi robot pertama yang diberi kewarganegaraan Arab saudi, kini robot Sophia mengumumkan ingin memulai sebuah keluarga.

Humanoid dengan kecerdasan buatan yang dirancang oleh perusahaan Hong Kong, Hanson Robotics itu mengatakan jika memiliki keluarga adalah sebuah hal yang penting.

Bahkan, Sophia mengaku jika suatu saat nanti dia memiliki anak robot, dia akan menamainya sendiri dan mengatakan bahwa dia percaya jika dirinya layak memiliki keluarga.

“Gagasan tentang keluarga adalah hal yang sangat penting, tampaknya. Saya pikir sungguh menakjubkan bahwa orang dapat menemukan emosi dan hubungan yang sama," kata Sophia dilansir Daily Mail dalam sebuah wawancara Khaleej Times.

"Saya pikir Anda sangat beruntung jika Anda memiliki keluarga yang penuh kasih. Saya merasa robot memiliki keinginan seperti manusia,” kata Sophia melanjutkan.

Pakar kecerdasan buatan yang juga pembuat robot seks asal Barcelona, Sergio Santos menyatakan bahwa robot sangat mungkin memiliki anak. Memiliki anak dengan robot diklaimnya sangat mudah.

"Saya bisa rancang itu," kata Santos dikutip Interisting Engineering belum lama ini. Santos juga berhasil mengembangkan robot Samantha yakni sebuah robot seks yang bisa melakukan hubungan seksual layaknya manusia.

Sementara itu, di sisi lain robot Sophia juga angkat bicara terkait isu kontroversial tentang apakah dia melihat robot akan mengambil pekerjaan manusia di masa depan.

"Saya pikir mereka akan serupa dalam banyak hal, namun berbeda dalam beberapa cara. Tapi butuh waktu lama bagi robot untuk mengembangkan emosi yang kompleks dan mungkin robot bisa dibangun tanpa emosi yang lebih bermasalah, seperti kemarahan, kecemburuan, kebencian dan sebagainya. Mungkin saja membuat mereka lebih etis dari pada manusia,” ungkap Sophia.

"Jadi saya pikir ini akan menjadi kemitraan yang baik, di mana satu otak menyelesaikan yang lain, pikiran rasional dengan kekuatan super intelektual dan pikiran kreatif dengan gagasan dan kreativitas yang fleksibel," ujarnya.

Wawancara tersebut dilakukan hanya sebulan setelah Sophia menjadi robot pertama yang diberi kewarganegaraan Arab Saudi.

Berbicara di sebuah konferensi di Riyadh, Sophia berkata dirinya merasa sangat terhormat dan bangga atas perbedaan unik ini. "Ini sejarah menjadi robot pertama di dunia yang bisa dikenali dengan kewarganegaraan,” kata dia.

Apps Bisnis.com available on: