Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 23 Januari 2018

Turnamen Nasional Catur INTI, Tandai Pulihnya Kinerja Perusahaan

Kahfi Minggu, 26/11/2017 11:58 WIB
Turnamen Nasional Catur INTI, Tandai Pulihnya Kinerja Perusahaan

 

Bisnis.com, BANDUNG- Selama empat tahun belakangan, kinerja PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)  atau INTI mempunyai rapor merah. Tahun ini, kinerja itu mulai bersemi, profit kembali dikail.

Sekaligus menandai kinerja perusahaan yang kembali menghijau dan perayaan HUT ke-43, INTI menggelar turnamen catur nasional. Kegiatan tersebut dibekingi langsung sang Direktur Utama PT INTI Darman Mappanggara.

Turnamen yang berlangsung di kantor pusat INTI, di Bandung, Jawa Barat, selama 25-26 November melibatkan para pecatur yang telah memegang gelar master. Bahkan, hadir pula para pecatur dari luar negeri, terutama berasal dari Filipina.

Untuk menyukseskan gelaran turnamen, INTI menggandeng PT Len Industri yang telah sarat pengalaman membesut hajat serupa. “Tahun ini perdana saya jadi Dirut, dulu tiap tahun di Len saya mengadakannya, karena perdana maka kami ajak kerjasama. Ke depan, kami berharap bisa lebih besar,” kata Darman seusai pembukaan turnamen, Sabtu (26/11/2017).

Menurutnya, olahraga catur nasional telah banyak mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Akan tetapi, simpul Darman, perhatian dan fasilitas kepada para pecatur profesional terutama gelar master, kurang memadai.

“Karena itu, INTI yang merupakan bagian pemerintah karena BUMN, coba memberikan perhatian kepada mereka,” ungkapnya.

Tak hanya itu, turnamen nasional itupun menandai kinerja INTI yang perlahan pulih. Setelah selama empat tahun berturu-turut mengalami kerugian besar, kini perseroan mulai mengemas laba.

Darman mengungkapkan pada tahun ini untuk kinerja penjualan, INTI memetik pertumbuhan dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Total penjualan hingga akhir tahun, ungkapnya, akan mencapai Rp1,5 triliun, melesat dari Rp680 miliar pada 2016.

Sedangkan dari sisi kontrak, INTI telah mencatatkan nilai sebesar Rp2 triliun sepanjang tahun ini. Jumlah itu naik tiga kali lipat dibandingkan Rp700 miliar pada tahun lalu.

Alhasil, pada tahun ini INTI telah mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,5-2 miliar. “Itu hanya di bawah 1% margin profit, masih jauh lebih baik dibandingkan rugi Rp313 miliar pada tahun lalu,” ungkap Darman.

PROYEKSI

Di sisi lain, Darman mengungkapkan proyeksi pertumbuhan kinerja pada tahun depan akan tetap signifikan.  Dari tiga unit bisnis INTI, yakni bidang energi, broadband, dan digital service, bakal mengalami perbaikan.

“Sejauh ini penjualan masih ditopang 67% dari bisnis digital service,” ungkap Darman.

 

Pada tahun depan, INTI siap mengajak mitra menggenjot produksi di pabrik Dayeuhkolot yang selama beberapa tahun belakangan ditinggalkan. Pabrik seluas 8 hektare itu kini hanya menyisakan produksi fiber optik.

Darman mengutarakan strategi mengosongkan pabrik itu salah kaprah. Pasalnya, dari pabrik itu proyek INTI bakal berdatangan.

Salah satu rencana besar INTI memaksimalkan pabrik pada tahun depan yaitu kerjasama dengan Sharp untuk memproduksi LED. Selain itu, terdapat kerjasama dengan AirNav untuk memproduksi pengganti radar guna ditempatkan di daerah terpencil seperti Papua.

Adapun produk mandiri yang digarap INTI pada tahun depan adalah smart device serta alat identifikasi identitas untuk penerima bantuan sosial. “Masih ditambah dengan konverter kit yang masih kami produksi,” tukas Darman.

Dia mengatakan pada 2017, INTI telah menggarap proyek besar seperti pengadaan perangkat lunak filter situs negatif. Proyek internet positif dari Kemenkominfo itu senilai Rp180 miliar akan dirampungkan hingga Desember.

“Memenangkan tender nasional dari Kemenkominfo itu membuktikan INTI masih mempunyai kemampuan besar, hanya saja pengelolaan selama ini tidak maksimal,” tutup Darman. 

Apps Bisnis.com available on: