Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

Emas, Minyak & Forex Masih Berkilau Bagi Para Trader Hingga Tahun Depan

Kahfi Jum'at, 24/11/2017 15:58 WIB
Emas, Minyak & Forex Masih Berkilau bagi Para Trader Hingga Tahun Depan
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, BANDUNG- Bagi para pelakon perdagangan berjangka komoditi, emas dan minyak dianggap masih cukup kuat mendatangkan keuntungan untuk jangka panjang. Sedangkan dalam tempo singkat, hampir seluruh komoditi ditambah pasar uang masih menjanjikan.

Head of Market Analyst & Education FOREXimf.com Eko Trijuni mengatakan komoditi emas masih mempunyai area support jangka panjang. Buktinya, dari sisi pergerakan harga dengan tren penurunan, tertahan di level US$1.260 per troy ons.

Di sisi lain, Eko mengungkapkan meski cenderung fluktuatif, harga emas belum memasuki down trend. Bahkan, jangka panjang masih mengejar untuk tren kenaikan.

“Target kami malah bisa ke level US$1.350,” ungkapnya di Bandung, Jumat (24/11/2017).

Selain itu ada minyak mentah sebagai opsi jangka panjang. Sejak 2011, simpul Eko, harga minyak terus menerus turun hingga ke level rendah, namun sekarang sudah pulih di kisaran US$58,4 per barel.

Dari pola yang ada, Eko menilai target harga minyak mentah dapat menyentuh US$61 per barel kemudian ke level US$73,5 per barel. “Itu secara teknikal ada peluang naik,” ungkapnya.

Walau demikian, masih terdapat sentimen yang bakal mempengaruhi dua komoditi perdagangan berjangka itu, salah satunya ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat belakangan ini. Terlebih untuk minyak mentah, masih terdapat faktor arah kebijakan OPEC yang diharapkan mampu menekan volume produksi.

Selaku pialang forex, emas, dan komoditi minyak, foreximf.com juga mengamati peluang jangka pendek. Menurut Eko, peluang jangka pendek hampir dipunyai semua komoditi, termasuk forex masih menjanjikan.

 

Apps Bisnis.com available on: