Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 17 Desember 2017

Pria Ini Berniat Bikin Negara Di Tanah Tak Bertuan

Ilham Budhiman Jum'at, 24/11/2017 08:38 WIB
Pria Ini Berniat Bikin Negara di Tanah Tak Bertuan
Suyash Dixit
Daily Mail

Bisnis.com, BANDUNG - Seorang pria di India mengklaim telah mendirikan negara sendiri setelah melakukan perjalanan ke sebuah tanah kosong tak bertuan di antara Mesir dan Sudan.

Pria bernama Suyash Dixit itu lantas mendirikan 'Kerajaan Dixit' di tanah yang tidak diklaim siapapun di daerah Bir Tawil, sebuah tanah seluas 800 mil persegi di selatan perbatasan Mesir.

Bir Tawil, yang berarti 'sumur yang dalam' dalam bahasa Arab, terletak di sebelah selatan perbatasan antara Mesir dan Sudan, namun kedua negara tidak mengklaimnya.

Dixit dengan enteng mengklaim tanah kosong di Afrika Utara itu miliknya melalui laman Facebook pribadinya. Selain itu, dia menawarkan investasi asing ke negara yang telah diklaimnya tersebut.

“Saya, Suyash Dixit, menyatakan diri sebagai raja ‘Kerajaan Dixit’ dan menyebut diri saya sendiri sebagai Raja Suyash (yang) pertama mulai hari ini.”

“Saya menyatakan tanah Bir Tawil yang tidak diklaim ini sebagai negara saya dari sekarang sampai waktu yang kekal.”

“Saya berjanji untuk terus bekerja untuk kemakmuran rakyat saya di negara ini dan tanah air ini.”

Pada tulisan di Facebook dia juga menceritakan rincian perjalanannya ke Bir Tawil, menulis bahwa dia harus mendapatkan izin dari militer Mesir untuk melakukan perjalanan darat.

“Saya menempuh perjalanan 319 km di padang pasir yang jauh untuk mengklaim tanah Bir Tawil yang tidak diklaim ini. Luasnya sekitar 800 mil persegi.” "Itu adalah perjalanan epik yang dimulai dari Abu Simbel jam 4 pagi."

“Mengikuti etika dan peraturan peradaban awal, jika Anda ingin mengklaim tanah maka Anda perlu menanam tanaman di atasnya. Saya telah menanam benih dan menyiram air di atasnya hari ini.”

“Jadi, ini adalah milik saya. Ini bukan lelucon. Saya memiliki sebuah negara sekarang.”

Kendati demikian, Dixit mengakui bahwa dia bukanlah orang pertama yang mengumumkan tanah itu sebagai miliknya sendiri.

"Sekarang saya tahu bahwa sekitar 5-10 orang telah melakukannya di masa lalu juga tapi inilah tanah saya sekarang (karena saya telah menanam benih secara resmi mengikuti peraturan) dan jika mereka menginginkannya kembali, di sana akan menjadi perang (secangkir kopi di Starbucks mungkin)!

Kini, perjuangan Dixit adalah mengirim permintaan pendirian sebuah negara ke Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). PBB sendiri memiliki empat kriteria untuk kenegaraan: sebuah populasi permanen, wilayah yang ditentukan, pemerintah dan kemampuan untuk melakukan hubungan dengan negara lain.

Apps Bisnis.com available on: