Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 18 Desember 2017

Bungkam Peretas, Uber Berikan US$100 Ribu

Kahfi Rabu, 22/11/2017 18:42 WIB
Bungkam Peretas, Uber Berikan US$100 Ribu
Taksi Uber
Reuters

Bisnis.com, SAN FRANCISCO- Uber Technologies Inc harus merogoh kocek hingga US$100 ribu untuk membungkam aksi para peretas.

Dikutip dari Reuters, Rabu (22/11/2017), Uber mesti pontang-panting agar para peretas tidak buka suara terkait keobocaran data korporasi tersebut. Apalagi, para peretas diduga telah menggenggam 57 akun yang menyimpan data pribadi dari perusahaan operator transportasi daring tersebut.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengungkapkan atas insiden yang sebelumnya ditutupi perusahaan itu, dua pekerja dianggap bertanggungjawab atas kasus peretasan.

Khosrowshahi merupakan pengganti sang pendiri Travis Kalanick yang mundur dari jabatan pada Agustus lalu.  “Tidak ada yang terjadi atas kasus ini, kami tidak akan mengelak atas kejadian ini,” ungkapnya.

Kebocoran data Uber terjadi pada Oktober 2016. Khosrowshahi mengatakan hingga kini masih mendalami kejadian tersebut.

Peretasan data korporasi ini menambah daftar kontroversi Uber yang tengah dibelenggu skandal pelecehan seksual. Selain itu, perusahaan menghadapi tudingan keterlibatan pencurian data rahasia, puncaknya terjadi penyelidikan yang memaksa mundur Kalanick.

Pencurian informasi itu diduga berhasil membobol data nama, alamat email, dan nomor seluler pribadi para pengguna Uber di seluruh dunia. Untuk AS, tercatat untuk pengemudi Uber mencapai 600.000 orang.

Uber mempunyai riwayat kegagalan melindungi data pengemudi maupun penumpang.  Bahkan sejak 2014, kebocoran informasi itu kerap terjadi.

Karena itu, Khosrowshahi mengungkapkan telah menempatkan Matt Olsen seroang ahli dari Agen Keamanan Nasional AS untuk merestrukturisasi tim pengamanan data. Selain itu, Uber juga telah menggunakan Mandiant, firma pengamanan siber yang dimiliki FireEye Inc. untuk mengivestigasi kebocoran data.

 

Apps Bisnis.com available on: