Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

Otomotif Masih Jadi Tumpuan Investasi Jabar

Kahfi Selasa, 21/11/2017 19:25 WIB
Otomotif Masih Jadi Tumpuan Investasi Jabar
ilustrasi

 

Bisnis.com, BANDUNG-Sebagai corong pertumbuhan industri nasional, Jabar masih bertumpu pada sektor manufaktur, terutama industri alat angkut yang ditopang otomotif roda dua dan roda empat.

Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah Bisnis.com, total investasi asing di Jabar mencapai US$4,04 miliar sepanjang Januari-September 2017. Sektor otomotif dan industri alat angkutan berkontribusi paling besar, yakni 26,08% atau senilai US$1,05 miliar.

Pada posisi kedua, industri logam dasar, mesin, dan elektronika yang bersumbansing sebesar 15,52%, setara US$627,33 juta. Sedangkan industry pertanian maupun peternakan paling minim mendatangkan investasi.

Ekonom ISEI Jabar Acuviarta Kartabi menilai terdapat titik optimum investasi yang kelak dihadapi sejalan daya beli masyarakat yang masih melemah.

Dia mencontohkan pasar otomotif, baik roda dua dan roda empat yang lesu menyebabkan para pelaku industri tersebut enggan menyuntikan dana segar.  Apalagi, kata Acuviarta, industri unggulan lain seperti tekstil ikut terpuruk selain pasar yang stagnan, juga dipengaruhi fluktuasi harga material impor.

“60% bahan baku tekstil masih impor, otomotif belum bisa diharapkan mendatangkan investasi baru,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Selasa (21/11/2017).

Acuviarta mengungkapkan kecenderungan pelambatan investasi yang berujung pada sempitnya lapangan kerja baru akan dihadapi Pemprov Jabar. “Dalam jangka menengah masih belum terasa, namun jangka panjang akan signifikan dampaknya,” ungkapnya.

Sehingga, kata Acuviarta, pemerintah perlu melakukan diversifikasi sektor non konvensional. “Dapat menggenjot agro industri dan pariwisata, terutama di wilayah Selatan,” simpulnya.

 

 

 

Apps Bisnis.com available on: