Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

Realisasi Investasi Jabar Tumbuh, Tapi Kontribusi Turun

Kahfi Selasa, 21/11/2017 18:52 WIB
Realisasi Investasi Jabar Tumbuh, Tapi Kontribusi Turun
ilustrasi
bandung.bisnis.com

 

Bisnis.com, BANDUNG-Realisasi investasi di wilayah Jawa Barat mencapai Rp28,8 triliun pada kuartal ketiga tahun ini, tumbuh 1,4% dibandingkan Rp28,4 triliun pada periode sama tahun lalu. Akan tetapi, dalam tiga tahun belakangan sumbangsing itu terus tergerus.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada kuartal ketiga tahun ini, kontribusi realisasi investasi Jabar sebesar 16,31% terhadap penanaman modal secara nasional yang senilai Rp176,6 triliun.

Pada periode sama tahun lalu, Jabar menyerap 18,3% dari total realisasi investasi secara nasional yang mencapai Rp155,3 triliun. Bahkan pada 2015, hampir 20% dari nilai investasi di Tanah Air, digelontorkan di wilayah Jabar.

Ekonomi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jabar Acuviarta Kartabi mengungkapkan tren penurunan porsi investasi di Jabar merupakan imbas dari kombinasi beberapa faktor. Pertama, katanya, tren investasi banyak sudah tak lagi terpusat.

“Artinya, banyak wilayah yang mulai dibanjiri investasi baik asing maupun domestik, itu mengikuti pembangunan dari pemerintah,” jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (21/11/2017).

Tren itu tercermin dari pertumbuhan investasi secara nasional yang mencapai dua digit. Sebaliknya, realisasi investasi di Jabar hanya mampu tumbuh di kisaran 1,5-2%.

Persoalan kedua, lanjut Acuviarta, yaitu perizinan pendirian perusahaan di kawasan industri yang mandek. Hal tersebut, katanya, membuat investor beralih ke daerah lain yang masih berada di Pulau Jawa.

“Kurang efisien, kawasan menawarkan harga yang mahal. Sehingga banyak yang beralih semisal ke Kendal ,” ungkapnya.

Walau demikian, Acuviarta menyimpulkan Jabar sebagai wilayah penyangga utama industri nasional menanggung imbas perlambatan ekonomi paling signifikan. Di level nasional, ungkapnya, mulai terdapat kecenderungan pelambatan investasi dengan indikator kredit yang juga stagnan.

 “Itu secara nasional kecenderungannya, namun Jabar paling besar mendapatkan imbas,” ucapnya.

 

Apps Bisnis.com available on: