Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Ojek Online Demo Di Gedung Sate Tuntut Stop Intimidasi

Wisnu Wage Senin, 20/11/2017 13:20 WIB
Ojek Online Demo di Gedung Sate Tuntut Stop Intimidasi
Gojek
Ilustrasi, Reuters

Bisnis.com,BANDUNG-Ratusan pengemudi transportasi berbasis online kembali menggelar aksi di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (20/11/2017). 
 
Koordinator Aliansi Geram Online Nasional Andrian Mulya Putra mengatakan, saat ini masih terjadi sejumlah kekerasan terhadap pengendara transportasi online di berbagai daerah. 
 
"Tuntutannya intinya kita meminta sebuah kesamaan perlakuan, intimidasi dan kekerasan tidak boleh terjadi lagi, " katanya.
 
Menurutnya semua kekerasan yang terjadi terlihat seperti adanya pembiaran oleh pihak berwenang. Pasalnya, kekerasan serta intimidasi terus terjadi tanpa ada solusi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyudahi permasalahan antara pengendara transportasi online dan konvensional. 
 
"Kita tidak ingin menganggap pemerintah membiarkan (kekerasan) , pemerintah harus bersikap, kalo kekerasan terus dibiarkan tanpa ada tindakan, bahkan berulang, menjadi tanda tanya besar, kekerasan dibiarkan untuk akhirnya terpaksa menerima aturan", kata dia. 
 
Ia menyontohkan, pasca dikeluarkannya Peraturan Menteri (PM) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang Tidak dalam Trayek, masih terjadi kekerasan di sejumlah daerah di Kota Bandung. Bandung Timur kata dia, masih menjadi daerah dengan angka kekerasan terhadap pelaku transportasi berbasis online oleh oknum pelaku transportasi konvensional. 
 
"Di Cileunyi, terjadi pada roda empat dan roda dua,  empat orang di pukuli, bahkan motornya di rusak, di depan AMC Cileunyi," ungkapnya. 
 
Ia menyebutkan, aksi ini merupakan sekaligus sikap nasional terhadap permasalahan yang terjadi dan merugikan pihaknya. 
 
Hal lain yang mereka tolak adalah terkait regulasi yang menyatakan pelaku jasa transportasi online harus berada dibawah Organda dan atau organisasi sejenis lainnya. Menurutnya, dengan perkembangan dan kemajuan transportasi yang saat ini terjadi, akan kembali mundur dengan dijadikannya organisasi transportasi konvensional sebagai payung hukumnya. 
 
"Badan hukumnya, di koperasi, udah ada yang melakukan oleh kawan-kawan kami, tapi malah diarahkan menjadi di bawah organda, " kata dia. 
 
Untuk itu, tuntutan tersebut nantinya juga akan disampaikan ke pemerintah pusat. " Ini menjadi sikap nasional  nantinya akan di bawa ke pusat, untuk di push, akan dijadikan bola salju", katanya.