Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Edukasi Asuransi Astra, Ambil Untung Menolak Buntung

Kahfi Rabu, 15/11/2017 16:45 WIB
Edukasi Asuransi Astra, Ambil Untung Menolak Buntung
Senior Branch Manager Bandung Asuransi Astra Gainardi Lazuardi

Bisnis.com, BANDUNG- Hasrat masyarakat membeli mobil belum diimbangi kesadaran pentingnya kepemilikan asuransi, sehingga saat terjadi kecelakaan, kerusakan, hingga aksi kejahatan tak jarang korban tertimpa kerugian berlipat.

Setiap tahun, penjualan mobil baru secara nasional bisa mencapai 1 juta unit. Populasi itu ditambah dengan kehadiran sepeda motor baru yang menyerbu pasar sebanyak 7 juta unit tiap tahun.

Sebaliknya, volume kendaraan yang senantiasa menanjak itu tidak dibarengi dengan keberadaan infrastruktur jalan memadai. Selain problem kemacetan yang melanda kota-kota besar, situasi itupun membuat potensi kecelakaan lalu lintas kian meningkat.

Bahkan, kecelakaan lalu lintas merupakan perenggut nyawa terbanyak selain penyakit jantung dan stroke di Tanah Air. Nyaris separuh jumlah kecelakaan melibatkan kendaraan roda empat.

Tak pelak, jalanan bak tempat setor nyawa bagi para pengendara, khususnya mobil. Terlebih, jika dilihat faktor penyebab kecelakaan terjadi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan kelalaian manusia (human error) bersumbangsih 66%, selebihnya merupakan penyebab dari prasarana jalan rusak, kelaikan kendaraan, serta bencana alam.

Selain nyawa pengendara yang rawan melayang, kecelakaan lalu lintas juga meninggalkan kerugian yang tak sedikit bagi para korban. Paling nyata, kerugian berupa kerusakan fisik kendaraan.

Karena itulah, peran asuransi wajib hadir melindungi para pemilik kendaraan dari bayang-bayang kerugian yang lebih besar. Lewat perlindungan asuransi, masyarakat tak perlu dipusingkan dengan ongkos perbaikan mobil, boleh jadi untung dengan wajah baru kendaraan setelah perbaikan bengkel.

Arti penting asuransi kendaraan itu jadi bahasan dalam edukasi asuransi yang diadakan Asuransi Astra, pada Rabu (15/11/2017), di Bandung. Akan tetapi, sejauh ini masih banyak pemilik enggan memproteksi kendaraan.

Menurut Senior Branch Manager Bandung Asuransi Astra Gainardi Lazuardi, persepsi asuransi minim manfaat masih cukup lekat. Para pemilik kendaraan, katanya, menganggap kecelakaan adalah takdir, sehingga tidak perlu dihindari ataupun dilakukan proteksi.

“Padahal, dari tiap kecelakaan terdapat banyak kerugian. Asuransi dapat mengembalikan atau mengalihkan risiko tersebut,” ungkapnya.

Tiap produk asuransi mempunyai standar perlindungan mencakup proteksi dari kejadian tabrakan, benturan hingga terperosok. Perlindungan lainnya yaitu penggantian kendaraan jika terjadi aksi kejahatan pencurian, hingga perlindungan pergantian terhadap peristiwa kebakaran.

Gainardi mengungkapkan manfaat asuransi dapat melindungi kendaraan yang tengah dikapalkan. “Saat melakukan penyeberangan, jika terjadi sesuatu yang membuat kerugian pemilik, asuransi pun memberikan perlindungan,” katanya.

Para konsumen asuransi ditawarkan banyak opsi proteksi tambahan. Gainardi mengatakan perluasan proteksi itu tergantung kebutuhan para konsumen, antara lain asuransi diri pengemudi dan penumpang, huru hara, hingga penggantian kepada pihak ketiga.

Sedangkan kategori pertanggungan meliputi total loss only (TLO) yang menjamin ongkos perbaiakan hingga 75% harga kendaraan serta penggantian akibat pencurian. Kategori lain yakni perlindungan comprehensive yang menanggung kerusakan fisik sebagian, dan penggantian kehilangan.

PENGECUALIAN

Gambaran kompleksnya pengajuan klaim, serta banyaknya kejadian penolakan pihak asuransi merupakan momok terbesar para konsumen untuk menggunakan layanan. Padahal, konsumen hanya perlu mengetahui beberapa hal yang  jadi pengecualian klaim.

Koordinator Surveyor Branch Bandung Asuransi Astra Iwan Ikhsan menjelaskan beberapa ketentuan baku yang dijadikan alasan penolakan klaim. “Pengecualian klaim itu disebabkan ada peraturan lalu lintas yang dilanggar ataupun ketentuan khusus yang dilanggar,” katanya.

Pengecualian klaim meliputi kecelakaan kendaraan yang disebabkan kelebihan muatan, berkendara di bawah pengaruh alkohol, pengendara tanpa SIM, serta kasus penggelapan. Selain itu, kerusakan kendaraan yang dipicu keikutsertaan dalam pawai, kerusakan ban velg tanpa cacat komponen lain, hingga kasus korosif.

Dalam sesi bedah kasus, Iwan menjelaskan hal lain yang membuat klaim ditolak adalah ketidaksesuaian antara kendaraan dan data pemilik. Singkatnya, dalam kacamata perusahaan asuransi, pemilik dan kendaraan merupakan satu entitas.

“Jika kendaraan semisal dipindahtangankan, harus ada pelaporan ke pihak asuransi, jika polis asurani kendaraan masih kuasa pemilik lama, maka klaim ditolak,” ungkapnya.

Hal lain yang memicu pihak asuransi menolak klaim adalah ketidaksesuaian status penggunaan kendaraan. “Jadi jika mempunyai mobil penumpang yang keterangan polis digunakan pribadi, lantas dijadikan taksi online, harus dilaporkan lebih dulu,” tegas Iwan.

Apps Bisnis.com available on: