Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 22 November 2017

Double Track Bogor-Sukabumi Sudah Sesuai Ekspektasi

Wisnu Wage Senin, 13/11/2017 11:03 WIB
Double Track Bogor-Sukabumi Sudah Sesuai Ekspektasi
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan rencana pemerintah membangun jalur rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi memenuhi harapan daerah.

Gubernur Heryawan mengatakan pembangunan rel ganda KA Sukabumi-Bogor meski tak masuk dalam program strategis nasional (PSN) akan memberikan dampak signifikan pada pembangunan di wilayah Sukabumi.

Tak hanya ditopang proyek Tol Bocimi, menurutnya jalur penghubung KA Sukabumi-Bogor merupakan salah satu rute strategis di Jawa Barat. "Sangat strategis. Persoalan di sana banyak industri, banyak pergerakan orang dan barang yang tidak terangkut. Bahkan kalau terangkut, dihadapkan pada kemacetan kalau lewat jalan darat," katanya,Minggu (12/11/2017).

Menurutnya rencana tersebut diyakini tak ujug-ujug karena sejak Pemerintahan SBY pihaknya sudah mengusulkkan agar jalur ganda Sukabumi-Bogor dibangun.

"Dulu kita sempat terlena membiarkan kereta api, lalu fokus ke jalan. Padahal pertumbuhan penduduk berakibat pada pertambahan kendaraan, yang tidak sejalan penambahan jalan," paparnya.

Pengoperasian rel ganda KA Sukabumi-Bogor nantinya menurut Heryawan, tidak akan mematikan usaha perusahaan jasa transportasi bus. Moda satu ini tetap memiliki keunggulan, yakni melayani warga untuk kebutuhan jalur perjalanan pendek. Selain itu, pemberangkatannya jauh lebih sering daripada KA.

"Pengusaha dan supir angkutan bus tidak perlu khawatir,” katanya.

Menurutnya rel ganda termasuk berbagai proyek infrastruktur lain juga didorong percepatan pembangunannya, seperti proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), rencana Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas), Pelabuhan Patimban, Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), jalan di kawasan Pantai Selatan (Pasela).

Proyek-proyek tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi potensial, serta mengurangi disparitas atau ketimpangan ekonomi antara wilayah Jawa Barat bagian utara dengan selatan.

“Selain itu, infrastruktur juga penting dalam meningkatan konektifitas kawasan yang mampu menciptakan pertumbuhan,” katanya.

Apps Bisnis.com available on: