Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

Kemenperin Dan Cirebon Power Teken Kesepakatan Pusat Vokasi Pembangkit Batubara

Kahfi Kamis, 09/11/2017 19:09 WIB
Kemenperin  dan Cirebon Power Teken Kesepakatan Pusat Vokasi Pembangkit Batubara

 

 

Bisnis.com, BANDUNG-  Cirebon Power, Korea Midland Power (Komipo), dan Kementerian Perindustrian  meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama Pusat Vokasi Pengoperasian dan Pemeliharaan Pembangkit Batubara Bersih.

Penandatanganan MoU ini dilakukan  Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto, President & CEO Komipo  Jang Seong-ik, , dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar N. Penandatanganan disaksikan Menteri Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya Korea Selatan, dan Kepala Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.


Nota Kesepahaman Vokasi ini juga merupakan bagian dari penandatanganan 14 MoU dengan Korea Selatan dalam agenda kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in ke Indonesia. Kerjasama vokasi  perusahaan swasta yang melibatkan pemerintah ini, bertujuan untuk mewujudkan program pusat vokasi  operasi dan pemeliharaan pembangkit batubara bersih, serta mendukung pembangunan sistem pembangkit batubara bersih di Indonesia.


Heru Dewanto mengatakan pihaknya berinisiatif menggagas Vocational Centre For Clean Coal Power Operation and Maintenance (O&M) yang pertama di Indonesia dengan menggandeng Komipo dan Kemenperin. “Tujuan pendirian vokasi O&M ini untuk mengantisipasi beroperasinya pembangkit listrik batubara bersih dalam proyek 35 GW,” katanya dikutip dari siaran resmi, Kamis (9/11/2017).


Heru berharap, lewat program vokasi ini bisa dicetak tenaga-tenaga terampil dan operator andal  yang bisa menangkap peluang dari beroperasinya PLTU batubara bersih. Pasalnya, pemerintah terus  mendorong penggunaan teknologi clean coal power di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi  listrik yang terus meningkat.

Cirebon Power telah mengoperasikan pembangkit listrik dengan teknologi super critical sejak 2012.  Perusahaan juga tengah membangun pembangkit Cirebon Power Unit II, yang akan menerapkan teknologi yang lebih maju, yakni ultra-supercritical.


Menurut Heru yang juga Wakil Ketua Umum PII (Persatuan Insinyur Indonesia), rasio insinyur Indonesia  saat ini hanya 3.038 orang per sejuta penduduk.  Atas dasar itu, peningkatan kapasitas lewat program vokasi akan sangat membantu dalam penyediaan tenaga kerja terampil siap pakai.


Haris Munandar N, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian menambahkan dibukanya program  vokasi ketenagalistrikan untuk operasi dan pemeliharaan PLTU batubara bersih akan berdampak positif khususnya bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya. Selain itu, katanya, hal itu juga bermanfaat bagi pembangkit listrik batubara bersih di daerah lainnya.

“Untuk pendanaannya ditanggung  ketiga pihak sesuai dengan tanggung jawab dan perannya masing-masing,” jelas Haris.


Dalam kerjasama ini, pihak Cirebon Power akan menyediakan sarana dan prasarana, operasional, serta  peserta program vokasi. Kemudian, melaksanakan program praktik kerja industri dan pemagangan  peserta, memfasilitasi proses sertifikasi, dan memfasilitasi penempatan lulusan program vokasi.


Sedangkan, Komipo yang dikenal telah sukses menerapkan clean coal power plant di Korea Selatan, akan bertanggungjawab dalam menyiapkan kurikulum dan modul pelatihan, instruktur serta peralatan pelatihan. Komipo yang berhasil dalam mengembangkan. Adapun Kementerian Perindustrian  bertugas dan bertanggungjawab antara lain memfasilitasi pembangunan infrastruktur kompetensi antara  lain asesor kompetensi, dan sertifikasi kompetensi.

Apps Bisnis.com available on: