Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 15 November 2018

POTENSI BANDUNG SELATAN

Agrowisata Pilihan Tepat Pengembangan Wilayah Selatan

Kahfi Selasa, 31/10/2017 17:59 WIB
Agrowisata Pilihan Tepat Pengembangan Wilayah Selatan
(bisnis/jabar.com)

 

Bisnis.com, BANDUNG- Jawa Barat bagian Selatan berpotensi mendongkrak sektor pariwisata seiring dengan rampungnya pembangunan beberapa proyek strategis dalam dua tahun ke depan, namun pemerintah dianggap lambat menyiapkan perangkat regulasi dan skema pengembangan.

Dalam kurun waktu hingga 2019, pembangunan beberapa proyek infrastruktur strategis yang menyasar Jawa Barat (Jabar) bagian Selatan diperkiran rampung. Proyek itu antara lain jalur darat berupa jalan tol ruas Soreang-Pasir Koja (Soroja) sepanjang 10,57 kilometer, tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), dan tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasik).

 Imbasnya, mobilitas di wilayah Selatan akan meningkat. Seiring dengan hal tersebut, maka terbuka peluang peningkatan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Terlebih, pada tahun depan, pembangunan Bandara Internasional Kertajati pun diperkirakan tuntas. Selain itu masih terdapat proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Cecep Rukmana mengungkapkan dengan selesainya pembangunan infrastruktur, Jabar bagian Selatan berpotensi banjir wisatawan. Menurutnya, modal besar berupa wisata alam akan mengubah wajah Jabar bagian Selatan.

“Asalkan pemerintah terutama di kabupaten, mempersiapkan perangkat regulasi, pemetaan potensi, dan melakukan pengembangan pariwisata hingga ke tingkatan masyarakat,” katanya di sela diskusi Jurnalis Ekonomi Bandung, Selasa (31/10/2017).

Hingga sejauh ini, simpul Cecep, Pemda seolah kurang sigap mengantisipasi peluang sektor pariwisata di wilayah Selatan. Salah satunya yang terpenting, lanjutnya, adalah payung regulasi yang akan digunakan bagi penataan ruang.

Dari era kolonial, khususnya Bandung Selatan, memerankan sebagai penghasil komoditas perkebunan yang berorientasi ekspor seperti the dan kopi. “Pemadangan perkebunan dengan hawa alam bebas bisa dikemas dan sangat diminati wisatawan mancanegara, namun harus dijaga kelestariannya,” kata Cecep.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jabar Agung Suryamal mengamini potensi sektor pariwisata sejalan dengan kemajuan infrastruktur. Akan tetapi, katanya, pengembangan pariwisata itupun harus diiringi dengan kewajiban pemerintah menjaga lingkungan.

“Sebab wilayah Selatan, terutama sekitar Bandung, merupakan pemasok 30% logistik di kota, seperti sayur mayor hingga daging binatang ternak,” ungkapnya.

Dia menilai sektor pariwisata yang layak untuk dikembangkan adalah agrowisata. Sebab, lanjut Agung, dengan agrowisata maka dapat dipadukan karakter alam dan pariwisata tanpa ada yang merusak.