Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 15 Desember 2017

Kisah Seorang Anak Pengidap Kondisi Leher Miring 180 Derajat

Ilham Budhiman Senin, 30/10/2017 10:27 WIB
Kisah Seorang Anak Pengidap Kondisi Leher Miring 180 Derajat
Daily Mail

Bisnis.com, SINGH -- Afhseen Qumbar, seorang anak berusia 9 tahun di Pakistan menderita kondisi langka yang membuat lehernya miring hingga 180 derajat.

Dilansir Daily Mail, anak yang berasal dari Mithi di provinsi Singh, Pakistan ini mengidap kelainan otot yang tidak diketahui, sehingga dia tidak dapat mempertahankan kepalanya dengan tegak.

Kondisi tersebut membuatnya mengalami kesulitan berjalan dan tak bisa duduk dalam waktu lama. Dia juga memerlukan bantuan orang lain untuk makan dan pergi ke toilet.

Ayahnya, Allah Jurio (55) dan ibunya, Jameelan (50) mengatakan bahwa mereka telah membawa putrinya ke sejumlah dokter. Namun, mereka menyebut bahwa tidak ada satu pun dokter yang sanggup menanganinya lantaran kondisinya cukup langka.

"Ini sangat menyakitkan melihat putriku seperti ini. Aku tak bisa melihat dia menderita lagi. Tak satu pun dokter di sini bisa membantunya," kata Jameela.

"Mereka telah menasehati kami untuk membawanya ke Jinnah Post Graduate Medical Center di Karachi. Tapi kita tidak punya uang atau sumber daya ke rumah sakit yang lebih besar untuk perawatan,"

Sempat terjatuh

Afhseen lahir secara normal layaknya enam saudara lainnya, namun hidupnya berubah setelah usianya mencapai delapan bulan. Menurut Jameelan, pada usia 8 bulan itu, Qumbar sempat jatuh menghantam tanah dan mengalami cidera di bagian leher.

"Pada awalnya, kami mengabaikan kondisinya karena kekurangan uang, kami biasa membawanya ke pengobatan tradisional setempat namun kondisinya tidak pernah membaik," katanya.

"Seiring bertambahnya usia, dia menjadi semakin parah. Tidak bisa menegakkan kepalanya dan sering mengeluhkan rasa sakit di leher. Dia tidak bisa melakukan apa-apa dengan dirinya sendiri dan membutuhkan bantuan dalam segala hal. Ia hanya duduk di sudut dan kadang-kadang bermain dengan saudara kandungnya,"

Dia mengaku mendapat respons kurang baik dari orang lain, ada yang mengatakan hal buruk dan menertawakan anaknya. "Sungguh menyakitkan. Kita tidak bisa mentoleransi sikap diskriminasi orang-orang itu," ucapnya.

Dia juga menyatakan jika sekolah setempat tidak ada yang mau menerima keadaan putrinya. Mirisnya, banyak anak-anak yang ketakutan ketika melihat kondisi Afhseen.

Jurio menyebut banyak dari tetangganya yang menilai jika kondisi yang dialami putri kesayangannya itu didapatkan sebagai karma atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

Jameela dan suaminya hanyalah pekerja serabutan di peternakan. Sementara putra sulungnya yang berusia 25 tahun hanya bekerja di sebuah toko sehingga membuat ekonomi keluarga ini menjadi serba kekurangan.

Dr Dilip Kumar, yang mengelola klinik swasta Mithi, dan telah melihat kasus Afhseen, mengatakan kondisi ini adalah salah satu kasus yang paling langka.

"Kondisinya bisa disebabkan oleh anomali tulang belakang atau gangguan otot, tapi hanya bisa disimpulkan setelah diselidiki secara menyeluruh," ucapnya. "Kami tidak memiliki fasilitas yang tersedia di Mithi, karena itulah saya menyarankan orang tua untuk membawanya ke Karachi di mana dia bisa menjalani operasi penyelamatan seumur hidup."

Orangtua Afhseen yang putus asa telah meminta bantuan dari pemerintah Pakistan dan berharap mendapat reaksi yang menggembirakan.

Apps Bisnis.com available on: