Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 November 2017

Gambar Junk Food Bisa Ganggu Pekerjaan Anda

Ihya Ulum Aldin Senin, 30/10/2017 15:20 WIB
Gambar Junk Food Bisa Ganggu Pekerjaan Anda
Burger
Web

Bisnis.com, BANDUNG – Saat sedang bekerja, apa Anda sering diam-diam melihat gambar makanan yang menggoda atau biasa disebut food porn? Jika Anda lebih tertarik melihat gambar makanan cepat saji alias junk food ketimbang makanan sehat seperti sayur-mayur, Anda patut waspada. Sebuah penelitian mengungkapkan kinerja otak Anda akan dua kali lebih lambat ketika melihat gambar junk food.

Sebuah penelitian dari Universitas Johns Hopkins mengatakan selain membuat kinerja Anda melambat, gambar junk food juga dua kali lebih menarik perhatian dari pada makanan yang sehat.

Penellitian yang dipublikasikan secara online di jurnal Psychonomic and Reviews menggarisbawahi bahwa pengelihatan orang bisa menjadi bias terhadap makanan berlemak yang tinggi gula. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa pepatah "jangan berbelanja saat perut lapar" benar adanya.

"Kami ingin melihat, apakah gambar makanan, terutama yang berlemak atau berkalori tinggi, akan menjadi gangguan bagi orang yang sedang dalam tugas yang rumit," kata peneliti yang juga profesor dari Departemen Ilmu Psikologi dan Otak Howard Egeth, seperti dikutip dari Science Daily.

"Kami menunjukkan wortel dan apel kepada mereka, dan itu memperlambat kinerja otak mereka. Namun, saat kami menunjukkan kue cokelat dan hot dog, perlambatannya sampai dua kali lipat," kata Egeth.

Pertama-tama, Egeth dan peneliti utama studi ini Corbin A. Cunningham menciptakan sebuah tugas yang rumit di komputer, di mana tidak ada hubungannya dengan makanan. Lalu, mereka meminta sekelompok peserta untuk menjawabannya secepat mungkin.

Ketika para peserta sedang mengerjakan tugas dengan tekun, peneliti menampilkan gambar makanan di pinggir layar. Gambar yang melintas hanya 125 milidetik ini terlalu cepat bagi orang untuk sepenuhnya menyadari apa yang baru saja mereka lihat.

Semua gambar itu ternyata mengalihkan perhatian peserta dari tugasnya. Cunningham dan Egeth juga menemukan makanan junk food seperti donat, keripik kentang, keju, dan permen sekitar dua kali lebih mengganggu dari gambar makanan sehat seperti wortel, apel, dan salad.

Selanjutnya, para peneliti mengulang kembali eksperimen tersebut, namun pada sekelompok peserta baru yang telah memakan dua buah permen cokelat sebelum mulai mengerjakan tugas di komputer.

Hasilnya ternyata membuat peneliti cukup terkejut. Ternyata setelah memakan permen cokelat, peserta tidak lagi terganggu oleh gambar makanan sehat maupun junk food yang ditampilkan pada layar.

"Saya berasumsi, itu karena makanan ringan yang enak dan tinggi lemak, seperti cokelat," kata Egeth yang masih penasaran apakah makanan sehat bisa memiliki efek yang sama dengan permen cokelat saat dikonsumsi sambil mengerjakan tugas.

"Tapi bagaimana jika kita memberi mereka sebuah apel? Bagaimana jika kita memberi mereka soda tanpa kalori? Bagaimana jika kita mengatakan kepada peserta bahwa mereka akan mendapatkan uang jika mereka melakukan tugas dengan cepat, yang akan menjadi insentif nyata untuk tidak terganggu? Mungkinkah gambar junk food masih menarik?" tanyanya.

Cunningham berkata bahwa hasilnya dengan jelas menunjukkan bahwa meskipun tugas yang dikerjakan sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan, gambar makanan tetap bisa mengganggu kita, setidaknya sampai ada makanan yang masuk ke perut.

"Apa yang dikatakan nenekmu tentang tidak pergi belanja saat perut sedang kosong, tampaknya benar. Anda mungkin akan membuat pilihan yang seharusnya tidak Anda lakukan," kata Cunningham.

Apps Bisnis.com available on: