Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 November 2017

Para Tokoh Angkat Bicara Soal Kemampuan Dedi Mulyadi Memimpin

Wisnu Wage Rabu, 25/10/2017 11:42 WIB
Para Tokoh Angkat Bicara Soal Kemampuan Dedi Mulyadi Memimpin
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi
Istimewa

Bisnis.com, PURWAKARTA - Tokoh Nasional diketahui sudah banyak menguji ketokohan dan kapabilitas Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam menjalankan kepemimpinan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pembangunan yang sudah dia lakukan di Purwakarta selama dua periode kepemimpinan atau hampir 10 tahun.

Mereka terkesan dengan falsafah pembangunan di Purwakarta yang memperhatikan unsur kearifan lokal namun tidak ‘jadul’ karena masih mengikuti tren perkembangan zaman seperti teknologi digital yang teraplikasi dalam berbagai Museum Diorama di Purwakarta. Hasil pembangunan inilah yang menegaskan Purwakarta sebagai miniatur Jawa Barat bahkan Indonesia.

Bacharudin Jusuf Habibie misalnya, Presiden Indonesia Ketiga ini berkenan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi karena dinilai mampu mensinergikan budaya, agama dan teknologi dalam kebijakan yang dia jalankan di Purwakarta.

“Terima kasih kepada Pak Bupati (Dedi Mulyadi) yang telah mampu mensinergikan budaya, agama dan teknologi dalam membangun daerahnya,” kata Habibie di Bandung di sela peresmian Rumah Sakit Khusus Ginjal RA Habibie, Senin (8/8/2016) silam.

Kebijakan yang dilakukan oleh pria kelahiran Sukadaya, Kabupaten Subang itu dinilai oleh Habibie sebagai langkah visioner. Ketiga nilai yang ia sebutkan, merupakan elemen tak terpisahkan dalam menjalankan kehidupan bernegara.

“Saya perhatikan ini Bupati (Dedi Mulyadi-red) memiliki energi positif yang besar sekali. Dia berani menerapkan kebijakan yang akan dirasakan di masa depan kelak. Mungkin saat ini tidak akan terasa, tetapi lihat di masa yang akan datang. Dia visioner,” ungkapnya.

Selain negarawan seperti BJ Habibie, ulama sekaliber Kiai Ma’ruf Amin pun memandang Dedi Mulyadi sebagai seorang pejabat publik yang andal. Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdhatul Ulama tersebut mengatakan bahwa Dedi Mulyadi berhasil membangun keseimbangan antara pembangunan di desa dan penataan di kota.

“Saya bilang kalau Pak Dedi ini layak, dia sudah punya syarat-syaratnya. Pengamalan 10 Tahun dalam membangun desa dan kota secara seimbang, secara budaya dan secara fisik. Berhasil menyatukan potensi umat, bersilaturahmi dengan ulama, membangun kemajemukan, sarana ibadah. Ini yang membuatnya cocok menjadi Gubernur Jawa Barat,” papar Kiai Ma’ruf dalam kegiatan Istighotsah Kubro sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Mesjid Raya Cilodong pada Jum’at (12/5/2017).

Tak hanya itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pun ternyata ‘kepincut’ atas hasil pembangunan yang dilakukan oleh mantan tukang ojek tersebut. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu pun berani mengatakan bahwa Jawa Barat membutuhkan cara kerja yang sudah diterapkan oleh Dedi Mulyadi di Purwakarta.

“Purwakarta itu keren. Saya mau dong keren-nya Purwakarta ini juga bisa dirasakan oleh daerah lain di Jawa Barat. Konsep dan pelaksanaan program pembangunan pedesaan dan pelayanan publik di Purwakartaharus dinikmati oleh publik Jawa Barat,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Zul itu dalam kunjungan khususnya di Purwakarta pada Jum’at (25/5/2017).

Kemampuan Dedi Mulyadi menerjemahkan gagasan ke dalam bahasa verbal pun mendapatkan apresiasi dari puteri Proklamator RI, Sukmawati Soekarno Putri. Ia menggaransi bahwa Dedi Mulyadi merupakan seorang kader Pancasilais yang mengamalkan nilai Pancasila dalam kebijakan yang dia terapkan sebagai Bupati Purwakarta.

“Apa yang disampaikan oleh Kang Dedi itu betul sekali. Dia seorang kader Pancasilais, benar kata Kang Dedi bahwa cinta tanah air itu sama halnya dengan cinta tanah leluhur. Ini pengamalan Pancasila yang dimaksud oleh Bung Karno,” kata Sukmawati saat menganugerahkan gelar Pemimpin Teladan Demokrasi dari Soekarno Center di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali pada Jum’at (22/7/2016).

Apps Bisnis.com available on: