Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 18 Desember 2017

Kedubes AS: Penolakan Panglima TNI Karena Ada Kesalahan Administratif

Newswire Rabu, 25/10/2017 14:52 WIB
Kedubes AS: Penolakan Panglima TNI Karena Ada Kesalahan Administratif
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (tengah)
Setkab

Bisnis.com, JAKARTA - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta menyampaikan bahwa penolakan masuk Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah AS disebabkan adanya kesalahan administratif, seperti disampaikan dalam pernyataan pers yang dilansir laman resmi Kedubes AS.

"Pada hari Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri mengalami penundaan saat akan naik pesawat menuju Amerika Serikat karena kesalahan administratif," kata Pernyataan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu.

Menurut pihak Kedubes AS, kesalahan administratif tersebut secara cepat diperbaiki.

"Kami telah mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Tidak ada larangan terbang untuk Panglima TNI dan istri, dan kami dengan senang hati menyambut mereka di Amerika Serikat," kata pernyataan pers Kedubes AS.

Kedutaan Besar AS menyampaikan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap menjaga komitmen kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi masyarakat di kedua negara.

"Kami menyesalkan ketidaknyamanan yang ditimbulkan, dan kami telah menyampaikannya kepada Pemerintah Indonesia," kata pernyataan dari Kedubes AS.

Pemerintah Amerika Serikat berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap orang yang akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat diteliti dan diperiksa secara seksama demi menjaga tanggung jawab terhadap keamanan nasional AS. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuannya dalam menyelesaikan hal ini," demikian pernyataan pers Kedubes AS.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan menghadiri acara "Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization" (VEOs) yang dilaksanakan pada 23-24 Oktober 2017 di Washington DC atas undangan Panglima Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Joseph F. Durford, Jr.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa Panglima TNI mendapat undangan resmi yang dikirim oleh Pangab Amerika Serikat, dan Jenderal Gatot pun telah membalas surat tersebut dan mengkonfirmasi kehadirannya.

Namun, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak jadi hadir pada acara tersebut karena adanya larangan masuk ke wilayah AS.

Menurut Mayjen TNI Wuryanto, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta isteri dan delegasi telah mengurus visa dan administrasi lainnya untuk persiapan keberangkatan ke AS. Kemudian, pada Sabtu 21 Oktober 2017, Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates.

"Beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS oleh US Custom and Border Protection," tutur Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto.

Wuryanto mengatakan bahwa terkait peristiwa itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah melapor kepada Presiden RI, Menteri Luar Negeri dan Menkopolhukam serta mengirim surat kepada Jenderal Joseph. F. Durford Jr., dan saat ini masih menunggu penjelasan atas insiden larangan masuk tersebut.

Apps Bisnis.com available on: