Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 November 2017

PILGUB JABAR 2018: Diundang PDIP, Ini Bocoran Pidato Dedi Mulyadi

Wisnu Wage Senin, 23/10/2017 14:15 WIB
PILGUB JABAR 2018: Diundang PDIP, Ini Bocoran Pidato Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi
Istimewa

Bisnis.com,PURWAKARTA--Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan undangan dari DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P dalam kegiatan Silaturahmi dan Curah Gagasan yang akan digelar pada Rabu (25/10) lusa di Hotel Ultima, Kota Bandung.

Dalam surat undangan itu disebutkan PDI-P ingin membangun sinergi pemikiran dari seluruh tokoh, akademisi dan masyarakat dalam rangka pembangunan di Jawa Barat ke depan.

Dedi Mulyadi sendiri menjadi salah satu dari 9 orang tokoh di Jawa Barat yang dianggap mengetahui dan faham terhadap persoalan masyarakat di Jawa Barat dan solusi terhadap persoalan tersebut.

Saat ditemui Senin (23/10/2017) di rumah dinasnya, di Jalan Gandanegara No. 25 Purwakarta, pria yang kini lekat dengan peci hitam berlambang Garuda yang biasa dipakai oleh elit partai berlambang banteng itu mengatakan Jawa Barat karena luas wilayahnya, sangat membutuhkan konektivitas. Untuk menciptakan itu, dibutuhkan pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan.

“Industri di Jawa Barat ini kan berkembang dengan pesat. Tetapi jalan miliki Provinsi rata-rata pendek-pendek, sehingga tidak terkoneksi. Padahal, Jawa Barat cukup luas. Kemudian, tidak boleh semua Bupati/Walikota hanya berorientasi pada sektor industri, ini nanti jadi kompetisi yang saling membunuh. Sementara ada daerah kawasan hutan, kawasan hulu, kawasan konservasi, kan tidak boleh semua jadi kawasan ekonomi industri,” paparnya.

Menyikapi fenomena ini Dedi mengatakan pengelolaan daerah ini membutuhkan regulasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Daerah industri tetap harus berkembang dengan industrinya dan menghasilkan pajak bagi pembangunan. Sementara daerah konservasi menurut dia, tidak harus miskin tetapi dikembangkan melalui potensi berbasis masyarakat adat setempat.

“Daripada kita ribut soal dana reboisasi yang ratusan miliar itu tetapi tidak bisa mengembalikan fungsi hutan sebagai resapan air, lebih baik diserahkan kepada warga setempat, berikan tugas menanam pohon dan digaji oleh pemerintah provinsi, mereka tidak boleh merambah hutan. Rumah penduduk ditata dengan arsitektur tradisional, ke depan selain menjadi daerah konservasi juga menjadi daerah wisata, jadi pendapatan buat masyarakat, ekonomi juga tumbuh,” katanya menambahkan.

Konsepsi ini menurut Dedi, harus diterjemahkan secara gotong royong oleh seluruh daerah di Jawa Barat tanpa saling menjatuhkan satu sama lain. Daerah-daerah itu, kata dia, harus saling menguatkan.

"Makanya seluruh daerah harus gotong royong, tidak saling menjatuhkan, justru harus saling menguatkan," tandasnya.

 

 

Apps Bisnis.com available on: