Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 12 Desember 2017

Jual Beli Siaran Piala Dunia, Sekjen FIFA Dan Presiden PSG Terseret Kasus Suap

Kahfi Jum'at, 13/10/2017 09:17 WIB
Jual Beli Siaran Piala Dunia, Sekjen FIFA dan Presiden PSG Terseret Kasus Suap

Bisnis.com, ZURICH- Pihak kejaksaan Swiss menggelar investigasi terhadap petinggi FIFA yang ditengarai melakukan aksi lancung menjual siaran ekslusif pertandingan Piala Dunia.

Dua nama terseret dalam kasus tersebut, yakni Sekretaris Jenderal FIFA non aktif Jerome Valcke dan Nasser Al Khelaifi selaku Chief Executive beIN Media asal Qatar.

Dikutip dari Reuters, Jumat (13/10/2017), Kejaksaan Agung Swis (Office of the Attorney General of Switzerland/OAG) mengungkapkan Valcke terbukti menerima keuntungan yang tak wajar dari jual beli siaran Piala Dunia.

Keuntungan tersebut dianggap suap kepada pejabat FIFA yang dilakukan Al Khelaifi untuk memborong hak siaran ekslusif Piala Dunia periode 2026 dan 2030.

Valcke merupakan tangan kanan Sepp Blatter saat menjabat pucuk pimpinan FIFA yang berkedudukan pusat di Swiss. Sedangkan Al Khelaifi adalah Presiden dari klub Prancis, Paris Saint Germain.

Kuasa Hukum Valcke, Barry Bercke enggan mengomentari perkembangan baru dari hasil penyelidikan sang klien. Sedangkan BeIN Media menyangkal aksi lancung dari Al Khelaifi, perusahaan berjanji untuk kooperatif dalam penuntasan penyelidikan tersebut.

 “Sejalan dengan permintaan OAG, kantor beIN Sports di Boulogne-Billancourt telah diperiksa,” pernyataan resmi beIN.

Grup media yang menguasai siaran ekslusif beberapa liga sepakbola kenamaan, seperti Premier League itu berkomitmen membantu penyelidikan OAG.

OAG meyakini suap kepada Valcke telah menguntungkan perusahaan media Al Khelaifi untuk mendapatkan hak siar ekslusif hingga laga Piala Dunia 2030. “Terbukti Vlacke mendapatkan keuntungan yang berhubungan dengan pemberian hak siaran, termasuk putaran final Piala Dunia 2018, 2022, 2026, dan 2030 dari Nasser Al Khelaifi,” tegas OAG.

Apps Bisnis.com available on: