Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 21 Oktober 2017

OTOMOTIF 2017

Perdana, BMW Salip Mercy

Kahfi Jum'at, 13/10/2017 10:28 WIB
Perdana, BMW Salip Mercy

Bisnis.com, BANDUNG- BMW dan Mercedes Benz merupakan seteru abadi di dunia otomotif, khususnya roda empat segmen premium. Di pasar domestik Indonesia, kedua pabrikan yang sama-sama berasal dari Jerman, kerap berlomba mendominasi penjualan mobil kelas atas.

Rivalitas keduanya tak kalah dari pertempuran abadi di dunia sepakbola layaknya el classico FC Barcelona versus Real Madrid. Atau bahkan kesebelasan Brazil dan Argentina yang senantiasa memantik keriuhan, karena keduanya berasal dari zona yang berdekatan.

Meski demikian, dalam tahun-tahun yang lalu, Mercy masih mampu mengungguli BMW. Bermodalkan portofolio produk yang lebih beragam, dari mobil penumpang dan komersial, Mercy juga disokong kekuatan fasilitas produksi.

Pabrik Wanaherang, Cileungsi, Jawa Barat, merupakan pusat amunisi Mercy yang cukup besar di Indonesia. Selain Mercy, belum terdapat merek premium lain yang mempunyai kuda-kuda kokoh di Tanah Air.

Baru belakangan, BMW mengebut lokalisasi produk melalui perakitan di pabrik Gaya Motor, milik Grup Astra. Upaya itupun perlahan membuahkan hasil, bahkan pada periode berjalan tahun ini, BMW sudah bisa membelakangi capaian Mercy.

Dari data kompilasi penjualan diler Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), BMW mencatatkan penjualan sebesar 1.941 unit selama Januari-September 2017. Volume itu menguat 11% dibandingkan 1.745 unit pada periode sama tahun lalu.

Sebaliknya, Mercy hanya mengemas volume penjualan diler sebanyak 1.380 unit pada saat bersamaan. Capaian itu anjlok 54% dibandingkan 3.029 unit selama periode Januari-September 2016.

Hasilnya, BMW saat ini memuncaki klasemen penjualan diler merek premium. Prestasi itu sekaligus capaian perdana mengungguli Mercy selama satu dasawarsa terakhir.

TREN

Tren penjualan BMW tergambarkan konsisten bertumbuh sejak 2010. Sayang, Mercy meski awalnya mengempit penjualan di kisaran 4.000 unit per tahun, selalu mengalami penurunan hingga periode berjalan tahun ini.

Kinerja keduanya bertumpu pada produk andalan. Mercy mempunyai C Class dan E Class di segmen sedan, sedangkan BMW disokong kehadiran 3 Series dan beberapa seri sedan lainnya yang bergelut memenangi persaingan segmen sedan premium.

Penjualan Mercy C Class yang sebesar 363 unit selama Januari-September 2017, turun 62% dibandingkan 953 unit pada periode sama tahun lalu, berimbas signifikan terhadap penjualan keseluruhan.

Malangnya, saat bersamaan, tulangpunggung sang rival yang juga menghuni segmen sedan premium kelas menengah, BMW Seri 3 berhasil dilego sebanyak 511 unit. Volume itu cenderung stabil.

Pada segmen sedan premium kelas atas, BMW mengandalkan Seri 5,6, dan 7 memanen penjualan sebanyak 378 unit, tumbuh 43% dibandingkan 264 unit selama Januari-September tahun lalu. Sialnya, Mercy E dan S Class membuntuti dengan jumlah jualan 245 unit, anjlok 60% dibandingkan 615 unit selama periode sama tahun lalu.

 

 

Jumlah Penjualan (Unit)

Tahun   Mercy   BMW

2007       2.022     1.000

2008       2.872     720

2009       3.450     901

2010       4.618     1.240

2011       4.535     1.551    

2012       4.373     2.188

2013       4.877     2.460

2014       3.585     2.547

2015       3.784     2.700

2016       4.233     2.506

2017*    1.380     1.941

*Jan-Sep

Sumber: Gaikindo, diolah

 

 

Apps Bisnis.com available on: