Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 16 Desember 2017

PILGUB JABAR 2018: Koalisi Gerindra-Demokrat-PAN Dan PPP Coret Nama Deddy Mizwar

Wisnu Wage Rabu, 11/10/2017 16:50 WIB
PILGUB JABAR 2018: Koalisi Gerindra-Demokrat-PAN dan PPP Coret Nama Deddy Mizwar

Bisnis.com,BANDUNG--Keseriusan DPD Partai Gerindra Jabar, DPW PPP Jabar, DPW PAN Jabar, dan DPD Partai Demokrat Jabar membentuk poros baru Pilgub Jabar 2018 makin nyata.

Dalam rapat yang digelar di Kantor DPD Gerindra Jabar, Rabu (11/10/2017) sore ini koalisi baru tersebut sepakat memunculkan sejumlah nama baru calon gubernur untuk Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Mulyadi, mengatakan nama yang diusulkan partainya adalah dirinya sendiri yang sebelumnya diusulkan pada saat Rapimda Partai Gerindra Jabar dan Burhanudin Abdullah yang merupakan kader Partai Gerindra dan Gubernur BI pada 2003. "PAN mengusulkan Anggota DPR RI Desy Ratnasari," katanya.

Sementara DPD Partai Demokrat Jabar diusulkan nama Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, dan Herman Khoeron yang juga anggota DPR RI. Dari PPP diusulkan nama Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maoshul.

"Partai poros baru mengusulkan nama-nama untuk diukur oleh lembaga survei yang kredibel. Kami sepakat tidak mau terjebak mengunci nama kandidat. Tidak harus terpaksa mendukung yang diusung PKS (Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu). Dari Poros Baru tidak ada nama itu," ujarnya.

Mulyadi mengatakan walau demikian, pengusulan nama-nama ini masih cair dan dapat berubah, sesuai dengan dinamika politik yang terjadi. Namun sementara ini, Poros Baru Jabar memilih mendedikasikan terlebih dulu terhadap nama-nama yang diusulkan keempat partai tersebut.

"Nanti ditentukan parameter kandidat yang direkomendasikan seperti apa, ada kajian Poros Baru Mendengar. Dalam hal ini Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP, mengundang berbabagai unsur di Jabar, untuk memberikan masukan-masukan. Bukan hanya tentang kandidat, tapi bagaimana selanjutnya Jabar dibangun," katanya.

Selain itu pihaknya pun membuka komunikasi dengan partai nonparlemen, yakni PBB, PKPI, Perindo, dan Idaman. Mulyadi mengapresiasi partai-partai tersebut karena karena miliki infrastruktur partai di daerah.

"Kami tidak ingin terjebak, bahwa kandidat yang diusung adalah karena elektabilitas atau popularitasnya tapi jauh dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. Kita di daerah diberi keleluasaan oleh pusat," katanya.

Apps Bisnis.com available on: