Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 20 Oktober 2017

PILGUB JABAR 2018: Posisi Iwa Sebagai Birokrat Jadi Daya Tarik Parpol

Wisnu Wage Rabu, 11/10/2017 15:47 WIB
PILGUB JABAR 2018: Posisi Iwa Sebagai Birokrat Jadi Daya Tarik Parpol
Sekda Jabar Iwa Karniwa
Istimewa

Bisnis.com,BANDUNG--Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan dari Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan menilai sosok Sekda Jabar Iwa Karniwa yang kerap luput dari kacamata survei patut diperhitungkan bisa diusung Parpol dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Asep mengatakan munculnya Iwa bisa menjadi alternatif dimana sampai saat ini beberapa parpol belum juga menambatkan pilihannya pada calon yang bakal diusung. Meski demikian Iwa menyatakan ketertarikannya pada PDIP dengan cara ikut penjaringan.

"‎Pak Iwa itu memang satu-satunya birokrat yang muncul. Ini jabatan tertinggi dari birokrat yakni Sekda. Menarik tentunya sebagai alternatif," katanya pada wartawan, Rabu (11/10/2017).

Dia menunjuk tren Iwa dalam beberapa survei cukup memperlihatkan hasil menggembirakan. Yang terakhir survei daring yang digelar Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) menempatkannya diposisi atas. Meski tidak bisa dijadikan rujukan pasti, tapi Iwa memang menjadi perhitungan dalam Pilgub Jabar 2018 ini.

Menurutnya banyak seorang birokrat yang akhirnya sukses saat menyatakan terjun ke dunia politik adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu juga mengawali karirnya sebagai PNS dan berakhir sebagai Sekda Jatim pada 2003-2008.

Lainnya, mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang secara dua periode memimpin kota Kembang ini. Dada juga sebelum menjadi orang nomor satu di Kota Bandung menjabat Sekda Kota Bandung."Dulu Pa De Karwo birokrasi. Dada Rosada Sekda yang sama-sama sukses," tandasnya.

Dia mengatakan, Iwa bisa menjadi penarik jika dikolaborasikan dengan calon gubenur yang memiliki latar belakang berbeda. ‎ "Dari pada partai, atau artis atau misalkan pengusaha. Yang komitmennya belum jelas. Pilihan birokrasi menjadi penarik. Jadi sebenarnya kombinasinya bagus dengan politisi dan dunia usaha atau birokrat. Yang penting jangan homogen. Kalau beda latar belakang. Saling melengkapi," jelasnya.

Apps Bisnis.com available on: