Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 21 Oktober 2017

Kapuspen: Senjata Yang Dibeli Brimob Mematikan

Newswire Selasa, 10/10/2017 15:58 WIB
Kapuspen: Senjata yang Dibeli Brimob Mematikan
KaKorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail menunjukkan jenis senjata pelontar granat seperti barang yang pernah tertahan di kepabeanan Bandara Soetta
Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan munisi senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang dibeli Korps Brimob Mabes Polri mematikan.

"Munisi yang dibeli Brimob merupakan munisi tajam, yang memiliki radius mematikan 9 meter dengan jarak capai 400 meter," kata Kapuspen TNI saat jumpa pers, di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Keistimewaan munisi ini adalah setelah meledak, kemudian meledak kedua dan menimbulkan pecahan logam-logam kecil yang dapat melukai dan mematikan. Bahkan, munisi ini bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras senjata.

"Ini luar bisa. TNI tidak punya senjata seperti itu," kata Wuryanto.

Wuryanto menjelaskan, munisi yang tergolong munisi tajam ukurannya tidak sesuai standar. Apabila mengacu Inpres nomor 9 tahun 1976 tentang pengawasan dan pengendalian senjata api, maka kaliber munisi Brimob ini sudah masuk standar militer, yakni 5,56 mm.

Oleh karena itu, munisi SAGL itu sejak Senin malam (9/10) dipindahkan ke Mabes TNI, namun senjata SAGL sudah diserahkan ke kepolisian.

"Polri masih bisa menggunakan senjata SAGL, yang munisinya diganti granat asap yang sesuai standar nonmiliter," tuturnya.

Wuryanto mengaku tidak mengetahui pasti berapa lama munisi itu disimpan di gudang senjata Mabes TNI.

"Untuk sampai kapan, nanti ada aturannya sendiri. TNI bertanggung jawab dalam pengamanan selama penyimpangan. Pasti aman disimpan di gudang munisi TNI karena gudang munisinya sudah memiliki standar keamanan," kata Wuryanto.

Apps Bisnis.com available on: