Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 20 Oktober 2017

PILGUB JABAR 2018: Golkar Intensifkan Komunikasi Dengan Gerindra

Wisnu Wage Minggu, 08/10/2017 11:25 WIB
PILGUB JABAR 2018: Golkar Intensifkan Komunikasi Dengan Gerindra

Bisnis.com,BANDUNG--Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya jalinan silaturahmi antar partai dalam menyongsong pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang.
 
Alasannya, menurut dia, seluruh kekuatan politik di Jawa Barat harus concern untuk kesejahteraan masyarakat bukan kepentingan politik semata.
 
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Purwakarta tersebut saat memenuhi undangan Pelantikan Pengurus DPD Partai Hanura Jawa Barat, Sabtu (7/10) di Monumen Bandung Lautan Api, Tegal Lega, Kota Bandung.
 
“Sebuah kehormatan bagi saya diundang oleh Partai Hanura Jawa Barat. Momen seperti ini harus terus kita pelihara agar jalinan silaturahmi antar pantai semakin erat. Semua kekuatan politik di Jawa Barat agar bersatu membangun kesejahteraan masyarakat Jabar, bukan untuk yang lain,” jelas Dedi.
 
Dedi yang hadir dengan mengenakan baju batik bernuansa warna partai besutan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang tersebut mengaku tidak ingin geer jika ada anggapan dirinya diundang sebagai bentuk dukungan Partai Hanura kepadanya pada Pilgub Jabar 2018 tahun depan.
 
“Tidak boleh geer, yang penting komunikasi dulu, soal itu (Pilgub Jabar-red) baiknya ditanyakan langsung kepada Ketua Partai Hanura,” katanya menambahkan.
 
Dikatakan Dedi, minggu depan dirinya akan memulai berkomunikasi secara keorganisasian dengan Partai Hanura Jawa Barat. Setelah itu, PDIP Jawa Barat menjadi destinasi lanjutan pria yang kini selalu lekat dengan peci hitam plus lambang Garuda tersebut untuk membangun konsolidasi lanjutan setelah sebelumnya sudah bersepakat dengan skema koalisi di Kabupaten/Kota.
 
Tak lama setelah itu, Dedi menjadwalkan akan mengumpulkan seluruh Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota dan langsung bertolak ke DPP Partai Golkar untuk melaporkan hasil komunikasi yang telah dijalin.
 
“Minggu depan kita mulai komunikasi secara keorganisasian, bukan hanya dengan pengurus tetapi dengan kader juga. Kita tidak boleh melahirkan keputusan yang malah memecah belah kekuatan kader di bawah,” tegasnya. 
 

Apps Bisnis.com available on: